Panggung Pinggir Kali…

March 31, 2005

Suatu siang di akhir Pebruari 2005, ketika mobil  kantor yang gw tumpangi maced di Darmawangsa,
di sebelah menyeliplah "Bajaj Orange Warnanya", Biarpun sering lihat Bajaj tetap saja benda yang satu ini "eye catching" jadi menengoklah daku padanya…

Eh di blakang bajaj itu ada stikker film Panggung Pinggir Kali…
Familiar dengan kata ini: judul naskah film yang terpilih jadi juara I
Lomba penulisan naskah film kompetitif yang diadain MenBudPar sekitar bulan September 2004.
Gw heran juga kok cepet banget yah 3 bulan buat film dah langsung jadi…

Cari beritanya di media: yang main Christina
Menurut gw ceritanya rada klasik… bisa terpilih jadi the best.. berarti diaolognya bagus…
Gw pengen nonton…
Pas peluncuran perdananya, kamis 3 Maret 2005 gw pengen nonton,…
Tapi gara2 diracunin salah satu "oknum" ke Aquarius, jadi ga jadi nonton…

Minggu selanjutnya gw sibuk ngurusin piknik kantor…
Pas dah ngganggur lagi minggu berikutnya gw cari bioskop yang masih puter tuh film..
Eh ternyata gak ada… bahkan di 21 TIM  ga puter sama sekali…
Kok aneh ya.. film kaya gitu kirain malah adanya di TIM ..
Kesimpulan gw… tuh film gak lama diputer di bioskop!!!
kayanya cuma seminggu…
Mungkin karena gak layak jual…
Denger-denger penulis naskahnya tukang sablon…

Udah sebulan sebenernya gw masih penasaran
Di rental VCD, gw tanya penjaganya…
Eh gw dia malah dengan tatapan "heran" ngeliatin gw, sambil bilang
"Nggak ada mbak… itu dangdut bukan ???"
Mmmh… emang tampang gw nggak selera dangdut…?! ^__^
Hiks… ternyata film terbaik sayembara hanya sampai disitu nasibnya…

Masih penasaran nih… pengen tau kenapa naskah itu menang ?
Kok bukan film model2 AADC gitchu.. ^__^
kok bukan naskah gw… ?! ^_^  ^_^  ^__^

Wahai temen-temen siapa yang punya VCD nya ???
Atau penulis naskahnya mungkin lagi baca blog gw ?!?!

Temen-temen dramatist n dramater…
Adakah yang sudah menonton…?
Gw baca di koran, salah satu pemainnya "Mami" lho…!
Berhubung Mami nggak pernah muncul di Milis
bagi yang ber-Japri ma Mami…
tolong tanyain  gimana gw bisa nonton tuh film?

6 Responses to “Panggung Pinggir Kali…”

  1.   ninus said:

    wah, bukannya panggung pinggir kali jelek? kata koran2 sih. lagian baca ringkasan ceritanya juga kayaknya…. biasa aja. nggak ada yg istimewa. american dream gitu, cuman dgn taste lokal. heran juga ya kayak gitu bisa menang sayembara. mungkin pertimbangannya komersial kali. bagusan juga punya temenku mbak, ceritanya tentang pernikahan campuran antara org malaysia-aceh keturunan india. terus terang aja, kayak monsoon wedding gitu. bagus, tp nggak menang…

  2.   Della said:

    Diyas,macet,pake t,bukan maced ;p

  3.   Rino Joe said:

    sorry kalo dah kelamaan dan sudah basi, karena baru nemu blog kamu, menurut saya dari sisi ide cerita panggung pinggir kali termausk bagus, ide nya nya original, walau mirip mirip dgn cerita yang sudah ada, namum tetap banyak perbedaan yg significant, dan betul penulisnya adalah tukang sablon,bahkan pernah jadi tukang kuli bangunan, dan mempunyai bakat menulis dan berjiwa seni terutama filem, dulu awal di buat film judul judulnya “Terang Bulan di pinggir kali.

    Kebetulan penulisnya adalah sahabat saya, sampai saat ini masih tetap menulis naskah.

    ” Panggung Pinggir kali ” eksekusinya yang membuat jelek, dari filem asli ke filem layar lebar banyak perubahan yang sebenarnya tidak sesuai dengan jiwa si penulis, namun apa daya mas “Djuli” sang penulis hanyalah tukang sablon dan masih lugu dengan bisnis ini, karena saat itu kami masih berpikir, Syukur Alhamdulilah ada yg mau membuatkan film dari karyanya. jadi kita ga bisa protes apa apa.

    yang penting karya tersebut bisa di nikmati khalayak. wajar lah bila saat itu kepentingan materi lebih utama, secara kami hanyalah amatiran yang hampir tidak pernah terpikir bisa akan seperti itu ( menang naskah, dan di filmkan) hanya rasa bangga yg teramat sangat waktu itu.

    namun selang berapa lama kami pun sadar, bahwa panggung pinggir kali eksekusi nya sangat jauh dari harapan, sebagai contoh, perubahan ide cerita, setting dan aspek filmnya.

    tapi kalau kamu berminat untuk filmnya kami masih simpan, atau boleh berkujung ke gubuk seni kita yang hanya berukuran 2×3 meter. siapa tau anda bisa jadi produser kami hehehe..sbg info kami berikan HP mas Djuli sang penulis Panggung Pinggir kali ( Djuli 08176313165)

  4.   Rino Joe said:

    sorry kalo dah kelamaan dan sudah basi, karena baru nemu blog kamu, menurut saya dari sisi ide cerita panggung pinggir kali termausk bagus, ide nya nya original, walau mirip mirip dgn cerita yang sudah ada, namum tetap banyak perbedaan yg significant, dan betul penulisnya adalah tukang sablon,bahkan pernah jadi tukang kuli bangunan, dan mempunyai bakat menulis dan berjiwa seni terutama filem, dulu awal di buat film judul judulnya “Terang Bulan di pinggir kali.

    Kebetulan penulisnya adalah sahabat saya, sampai saat ini masih tetap menulis naskah.

    ” Panggung Pinggir kali ” eksekusinya yang membuat jelek, dari filem asli ke filem layar lebar banyak perubahan yang sebenarnya tidak sesuai dengan jiwa si penulis, namun apa daya mas “Djuli” sang penulis hanyalah tukang sablon dan masih lugu dengan bisnis ini, karena saat itu kami masih berpikir, Syukur Alhamdulilah ada yg mau membuatkan film dari karyanya. jadi kita ga bisa protes apa apa.

    yang penting karya tersebut bisa di nikmati khalayak. wajar lah bila saat itu kepentingan materi lebih utama, secara kami hanyalah amatiran yang hampir tidak pernah terpikir bisa akan seperti itu ( menang naskah, dan di filmkan) hanya rasa bangga yg teramat sangat waktu itu.

    namun selang berapa lama kami pun sadar, bahwa panggung pinggir kali eksekusi nya sangat jauh dari harapan, sebagai contoh, perubahan ide cerita, setting dan aspek filmnya.

    tapi kalau kamu berminat untuk filmnya kami masih simpan, atau boleh berkujung ke gubuk seni kita yang hanya berukuran 2×3 meter. siapa tau anda bisa jadi produser kami hehehe..sbg info kami berikan HP mas Djuli sang penulis Panggung Pinggir kali ( Djuli 08176313165)

  5.   Rino Joe said:

    sorry kalo dah kelamaan dan sudah basi, karena baru nemu blog kamu, menurut saya dari sisi ide cerita panggung pinggir kali termausk bagus, ide nya nya original, walau mirip mirip dgn cerita yang sudah ada, namum tetap banyak perbedaan yg significant, dan betul penulisnya adalah tukang sablon,bahkan pernah jadi tukang kuli bangunan, dan mempunyai bakat menulis dan berjiwa seni terutama filem, dulu awal di buat film judul judulnya “Terang Bulan di pinggir kali.

    Kebetulan penulisnya adalah sahabat saya, sampai saat ini masih tetap menulis naskah.

    ” Panggung Pinggir kali ” eksekusinya yang membuat jelek, dari filem asli ke filem layar lebar banyak perubahan yang sebenarnya tidak sesuai dengan jiwa si penulis, namun apa daya mas “Djuli” sang penulis hanyalah tukang sablon dan masih lugu dengan bisnis ini, karena saat itu kami masih berpikir, Syukur Alhamdulilah ada yg mau membuatkan film dari karyanya. jadi kita ga bisa protes apa apa.

    yang penting karya tersebut bisa di nikmati khalayak. wajar lah bila saat itu kepentingan materi lebih utama, secara kami hanyalah amatiran yang hampir tidak pernah terpikir bisa akan seperti itu ( menang naskah, dan di filmkan) hanya rasa bangga yg teramat sangat waktu itu.

    namun selang berapa lama kami pun sadar, bahwa panggung pinggir kali eksekusi nya sangat jauh dari harapan, sebagai contoh, perubahan ide cerita, setting dan aspek filmnya.

    tapi kalau kamu berminat untuk filmnya kami masih simpan, atau boleh berkujung ke gubuk seni kita yang hanya berukuran 2×3 meter. siapa tau anda bisa jadi produser kami hehehe..sbg info kami berikan HP mas Djuli sang penulis Panggung Pinggir kali ( Djuli 08176313165)

  6.   Diyas said:

    Trima kasih mas Rino atas infonya. Pengen punya CD film n copy naskahnya, bukan cuma Panggung Pinggir Kali, tapi yang juara lainnya juga.

Leave a Reply