BAJAJ, Nggak ada matinye !!!
June 27, 2005
Gubernur Sutiyoso begitu
bersemangat menggantikan Bajaj dengan
Kancil. Bajaj dinilai sudah out of date,
kerena penampilan dan kualitas kenyamanannya dinilai sudah tidak sesuai dengan
kondisi
Jakarta yang metropolis.
Suara Bajaj yang khas ‘super cempreng’ juga dibuat alasan kuat untuk
menyingkirkan Baja dari jalan-jalan ibukota.
Dari segi penampilan Kancil jauh
lebih trendi dibanding bajaj. Kancil, kendaraan karoseri dalam negri, sekilas bentuknya menyerupai Mercedes A class. Bentuknya seperti curut, dalam keadaan baru, jika dipasang
AC menawrakan kenyamanan setingkat mobil pribadi.
Bandingkan saja dengan Bajaj,
kendaraan buatan India yang beroda tiga, setengah open air, karena jendela sopir tidak ada, jendela belakang atau
kabin penumpang biasanya hanya terbuat dari papan dan terpal. Jika naik bajaj, dengan keadaan jalan yang
lancar dijamin tidak akan kegerahan, panas cuaca dapat terobati dengan hembusan
angin yang menerobos kabin, bahkan jika jalan ngebut, angin dapat membuat
rambut kita seperti singa.^_^
Bajaj terbukti tangguh sebagai
kendaraancarteran yang sangat fleksibel dan tarif yang terjangkau. Jika
dibandingkan dengan kendaraan carteran lain seperti ojek, Bajaj mempunyai kapasitas
yang jauh lebih banyak dengan kemampuan menyelip di jalan raya yang juga cukup
‘Sip’. Saya penah melihat Bajaj yang dimuati kasur kapuk sampai ke atap-atapnya,
dimuati perabot rumah tangga orang yang pindah rumah sampai dua orang muda-mudi
yang berpacaran. Bahkan Bajaj juga pernah dipakai mudik lebaran. Jika
dibandingkan dengan Kancil, Bajaj juga lebih bisa nyelip diantara kepadatan
lalu lintas.
Sekitar dua bulan yang lalu saya
pernah naik Kancil dari Blok M Plaza ke Al Azhar, dengan tarif Rp. 4000,
padahal waktu berangkat dari Al Azhar ke Blok M Plaza naik bajaj dengan tariff
yang sama. Kebetulan saya bertiga teman semuanya baru pertama kali naik Kancil,
walhasil semuanya tengak-tengok memperhatikan interior kancil sambil tak henti
bertanya kepada pak supir tentang hal ihwal Kancil.
Menurut saya memang jauh lebih
nyaman Kancil, kapasitas Kancil lebih besar : kancil seperti mobil sedan, ada
sau tempat duduk disebelah supir, kaca jendelanya lengkap, masih bisa dibuka
dan ditutup, sehingga bisa terhindar polusi dan air hujan. Kancil yang saya
naiki waktu itu juga dilengkapi Kipas Angin, sehingga cukup menyejukkan,
entahlah dengan armada yang lain, ada juga atau tidak.
Bajaj mungkin bisa tergantikan
oleh Kancil. Tarif Kancil yang cukup besaing dan kenyamanan yang lebih baik
dapat membuat orang akan memilih Kancil.
Tapi kondisinya saat ini tidak semuanya supir Bajaj dan pemilik Bajaj mau dan
sanggup membeli Kancil. Supir Bajaj sebagian besar bukan pemilik Bajaj dan
mereka tidak sanggup membeli Kancil yang harganya sekitar 40 juta rupiah.
Sedankan pemilik Bajaj juga enggan karena umumya mereka juga bukan pengusaha
angkutan yang kaya raya.
Dulu, ketika saya masih SD, Bajaj
adalah kendaraan favorit keluarga untuk berlibur di akhir pekan. Dari rumah di
bilangan Cipete, saya sekeluarga berenam
biasanya naik Bajaj ke Blok M. Dulu tarifnya 400 rupiah. Saya, orang tua dan kakak-kakak saya tidak
akan pernah lupa kenangan naik Bajaj tersebut. Saya, ayah, ibu dan kakak
perempuan duduk, sedangkan kakak laki-laki saya berdiri. Bajaj yang dimuati
tujuh orang termasuk supir itu seingat saya masih terasa lega.
Lama-kelamaan, Bajaj akan semakin
tergusur. Mungkin jika nanti Gubernur Sutiyoso semakin gencar melarang Bajaj
beroperasi, Bajaj akan dikejar-kejar Tramtib. Namun Bajaj akan tetap menjadi
kendaraan favorit bagi penghuni Kota yang mempunyai kenangan-kenangan
menaikinya seperti anak-anak SD yang begitu “heboh” menaiki Bajaj dalam
foto-foto yang saya ambil di dekat kantor pada bulan November tahun lalu.
— Manggarai, Medio 2005.



June 27th, 2005 at 8:00 pm
Ehhmmm…..
Kenangan yang indah…
JAdi inget waktu p’ guru nyuruh bikin cerita tentang berlibur bersama keluarga.
July 29th, 2005 at 7:36 am
Bajaj forever.
August 8th, 2005 at 12:53 am
Bajaj dimata sobat gue adalah kendaraan siluman, tanpa diduga2 dia uda ada disamping/didepan motornya.. wuih nyalipnya tob banget… nyebelinnya kl dah kecium bajaj.. ditanggung ga bakal dapet ganti rugi…
bajaj-dilemma cumi (polusi) & ekonomi rakyat
November 30th, 2008 at 2:19 pm
I ve been reading along for a while now. I just wanted to drop you a comment to say keep up the good work.
Joan
Tips Beauty