Al Aqsa di Metro TV

October 24, 2005

Pada senin tanggal 24 kemarin saya menonton acara "Ensiklopedi Islam" di Metro TV. Kata yang terpilih hari itu adalah Mesjid Nabawi dan Mesjid AL Aqsa. Pada penjelasan mesjid Al Aqsa ditampilkan mesjid dengan kubah emas yang sering disebut Dome of The Rock. Sang reporter menyebutkan " …Mesjid Al Aqsa yang dikenal dengan nama Dome of the Rock…". Kemudian muncul gambar-gambar bangunan Dome of THe Rock…

Dome of the Rock didirikan pada Dinasti Umayyah tahun 687-691 merupakan sebuah bangunan yang menyerupai mesjid yang disitu dipercayai umat Islam terdapat sebongkah batu  tempat Nabi Muhammad berdiri sebelum melesat ke langit yang ketujuh dalam peristiwa Israk Mikraj. Saya tidak tahu persis apakah karena hal ini, maka Dome of The Rock disebut sebagai Masjid Al Aqsa.

Sedangkan Masjid AL Aqsa (yang artinya masjid paling jauh) adalah mesjid dimana Saidina Umar bin Khatab melalukan sholat ketika datang ke Yerusalem. Mesjid ini selesai dibangun pada tahun 710 - merupakan salah satu dari tiga mesjid paling bersejarah selain Masjidil Haram di Mekkah dan Mesjid Nabawi di Madinah.

Dome of the Rock dan MEsjid Al Aqsa terletak dalam satu komplek Masjidil Aqsa atau Al Haram Al syarif/noble sanctuary/suaka kudus bagi umat Islam - dan Temple Mount/Har Ha-Bayit/Bukit Baitallah bag umat Yahudi dan Nasrani- di Baitulmuqaddis (Yerusalem). Tempat ini merupakan tempat ketiga paling suci bagi umat Islam dan tempat paling suci bagi umat Yahudi (Kuil Sulaiman) dan Nasrani (makam Kristus).Keompok Radikal Yahudi Israel ingin menghancurkan kompleks tersebut karena tempat itu diklim oleh mereka sebagai tempat suci yang akan dibangun Kuil Sulaiman.

Sekitar setahun yang lalu, saya melihat tabloid Islam yang menyebut Masjidil Aqsa
dengan gambar Dome of the Rock. Begitu juga dengan Tayangan Metro TV
sore kemarin. Menurut saya, jika ingin menampilkan mesjid AL Aqsa sebaiknya ditampilkan juga gambar Mesjid Al Aqsa tidak hanya Dome of The Rock. Biarpun kedua bangunan itu terletak dalam satu kompleks namun sampai saat ini banyak yang mengira Dome of The Rock adalah Mesjid Al Aqsa.

Alaqsa2_1

Mesjid Al Aqsa

250pxqubbah_assakhrah

Dome of The Rock

_____________________________________________________________________________________________________________

Noble_sanctuary

Komplek Noble Sanctuary

___________________________________________________________________

Sumber : http://ms.wikipedia.org

              http://www.jerussalem.com

            http://www.noblesanctuary.com

-Selatan Jakarta - 25 Oktober 2005-

Setelah BBM naik, yang paling ribut adalah angkutan umum untuk menaikkan tarifnya. Mikrolet yang biasa Rp.2000 menjadi Rp 3000, patas AC dari RP 3500 menjadi Rp 5000. Akhirnya Pemerintah akhirnya mengeluarkan tarif resmi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan. Saya mendapat pengumuman tarif baru tersebut melalui email dari teman.

DAri daftar itu disebut, tarif mikrolet menjadi Rp. 2500 dan patas AC Rp. 4200, tapi sampai sekarang, kira-kira sesudah seminggu lebih dari pengumuman itu dikeluarkan, tarif itu tidak berlaku juga, patas AC tetap saja RP.4800 untuk jalur yang tidak melewati tol dan Rp. 5000 untuk yang melalui tol. Untuk jalur khusus yang memang sebelumnya lebih mahal, seperti PAtas Mayasari 132 Bekasi-Lebak Bulus, kenaikannya tidak tanggung-tanggung, dari Rp. 4000 menjadi RP 6000, sedangkan Patas Mayasari 121, Cikarang Blok M, dari Rp 6000 menjadi Rp.7500.

Mm… saya penggemar berat angkutan Patas AC, maklumlah,bagi pelanggan angkutan umum saat ini kendaraan umum dalam kota yang paling nyaman adalah Patas AC. Itupun jika dapat dudduk, atau berdiri tidak terlalu lama. Tapi toh sekarang judulnya patas AC, pada jam sibuk tetap saja harus berebut untuk naik, dan berdiri berjejal, jadi kesimpulannya bisa tidak nyaman juga. MAsih mending bus MAyasari, yang armadanya masih bagus dan terawat, pada beberapa operator lain, banyak bus yang sudah sangat jelek, AC nya nanggung dinginnya, kadang ada tetesan2 air, dan jok kursi yang sudah banyak sobek.

Saya tidak tahu apakah tarif baru berdasarkan ketetapan operator ini adil bagi semua pihak, toh hampir semua orang tidak ’sanggup’ untuk mempersoalkannya lagi. Bagi saya pihak penumpang adalah posisi lemah. Dengan tuntutan harus pergi kerja setiap hari, yang penting dapat bus, duduk kek… berdiri kek… tarifnya naik 50 % kek…, selagi di dompet masih ada cukup uang untuk membayar, yang penting bisa sampai kantor.

Entah sampai kapan, angkutan umum akan begini…

________________

- Bintara - 23 Okt. 2005

Magic Show on The Bus

October 22, 2005

Pulang dari Al Azhar saya biasa naik patas AC 05 dari depan jalan Sisingamangaraja, patas AC ini biasa ‘lapor’ di basecamp Mayasari di halte KArtika Chandra.

Di situ biasa banyak tukang jualan dan pengamen ikut naik dari situ bus langsung masuk AC dan keluar di pintu tol barat atau timur Bekasi.Jadi biasanya pengamen yang naik dari situ baru turun paling cepat di pintu tol Jatibening. Tidak seperti biasanya, pengamen kali ini tidak membawa alat musik pemuda dengan kostum hitam-hitam, berdiri di lorong bagian depan ternyata dia menyulap…!.

Baru kali ini saya liat tukang ngamen nyulap, saya yang duduk di bangku paling depan memang tidak melihat jelas apa saja yang diperagakan, sempat menengok sebentar dia sedang memegang kotak yang berisi 3 batang rokok yang patah-patah. Di bangku-bangku bus tampak para penumpang yang tidak memperhatikan kebanyakan tidur atau sesekali melihat ke si tukang sulap.

Sepuluh tahun lalu mungkin masih satu-dua kita temukan tukang ngamen sekali perjalanan. Sekarang, salam satu perjalanan bisa ada lima tukang ngamen. Mereka biasanya cukup tertib bergantian mengamen.

Persaingan yang ketat karena semakin banyaknya tukang ngamen mungkin membuat pemuda itu melakukan hal yang baru, berharap penumpang ecxited dengan penampilan yang tidak biasa.Tapi rupanya malam itu penumpang banyak yang lelah sehingga tidak tertarik untuk menonton ‘david copperfield show on the bus’ tersebut.

- Gresik - 19 Oktober 2005

Lebaran dengan HP Curian

October 22, 2005

Ingat nggak tebak-tebakan sindiran yang membandingkan mesjid dengan gereja
seperti ini :

….

Kenapa di mesjid nggak ada piano ?
Sendal jepit aja ilang, apalagi piano

….

Tentu sering mendengar cerita seseorang yang kehilangan sendal jepitnya sewaktu sholat jumat ada yang perginya pake sendal jepit swalloow pulangnya bisa pake sendal kulit yang bagus.

Minggu lalu, seorang kawan kehilangan HP di mesjid Al Azhar .Kebetulan saat itu saya dengan dia baru saja tuker-tukeran no.Hp dan alamat email. Di shaft paling belakang (shaft favorit karena bisa menyender ^_^). Saat itu belum terlalu ramai, lepas magrib menunggu ISya.Sekitar jam 7 saya pulang, tidak menunggu isya.

Namun setelah saya pulang,sekitar jam delapan malam mendapat kabar bahwa HP teman saya hilang. Saya tidak tahu persis detailnya, tetapi pasti hilangnya disekitar shaft belakang tersebut.

Banyak sekali sudah terjadi kehilangan barang berharga di lingkungan masjid mulai dari tempat wudhu sampai dalam ruang masjid itu sendiri.

Kali ini yang jelas pasti yang ngambil adalah perempuan karena itu adalah blok tempat solat untuk perempuan. Entah karena alasan apa sang pencuri mengambil
mungkin untuk keperluan lebaran anaknya

HP itu masih bagus, mungkin dijual minimal masih laku 700rb -1 juta. Yang jelas, sang pencuri bisa berlebaran tahun ini dengan HP curiannya.

- Gresik - 19 Oktober 2005

MANA AKU KENAL RAKYAT ITU

Siapa itu rakyat ?
Di mana alamat mukim mereka
Bagaimana potret nafkah mereka
Tolong perjelas status muakhir demografi sesungguhnya

Karena itu dimasa puncak kelaparan
Saya dengan ringan bisa makan
yang satu porsi tagihan lima puluh ribu rupiahnya
Setara untuk mengisi perut 50 orang miskin perkotaan dan pedesaan
dengan musik kopi dangdut bising memcah gendang telinga

Siapa itu rakyat?
Kalau tak silap rakyat adalah kumpulan selugu-lugunya wajah
Gampang dibariskan, mudah dicatat sebagai sebarisan angka
Menerima saja dihujani sejuta kata-kata
dengan perangai tak banyak tingkahnya

Karena itu di waktu satu bangsa ditebas sengsara
Saya enteng-enteng saja
melahap daging bulat smorgasbord Skandinavia
dan Rijstafel Hindia Belanda
seporsi seratus ribu  rupiahnya
setara untuk melepaskan pedih lambung sekali makan 100
orang miskin kota dan desa
Sementara daun telingaku i acara ulang tahun  itu dipijat-pijat
lagu Kukuruku Amerika Latin yang merdu itu

Siapa itu rakyat ?
Di mana kawasan geografi mereka
Bagaimana lapisan populasi mereka
Peragakan patologi pencernaan mereka
Lalu perinci naik-turun tensi rohani
orang-orang itu yang sesungguhnya

Sebagai penimbang rasa betapa saya luar biasa pendusta..

Taufik Ismail
-1998-

________________________________________________________________

….

Untuk para penguasa yang belum mengenal rakyatnya
untuk rakyat yang sudah ’setengah mati’ tergilas inflasi

-Selatan  Jakarta - after BBM baik dari Rp. 2400 - Rp.4500/liter -

Menjelang Ramadhan 2005

Buku1_5   Judul   : Malu (Aku) jadi Orang Indonesia

   Penulis : Taufik ISmail

   Genre  : Kumpulan Puisi

   Penerbit : Yayasan Indonesia,ISBN 979-8424-04-2,xvi+206+profil,

                                             cetakan kedua, 2000

_________________________________________________________________________________

Sekitar akhir tahun 2001, saya tiba-tiba kangen dengan puisi Taufik Ismail yang berjudul "Sajak Seorang Tukang Rambutan kepada Istrinya", dalam kumpulan puisi : Tirani dan Benteng, puisi-puisi yang bercerita tentang kejadian tahun 1966. Saya membaca puisi-puisi itu di perpustakaan SMA. Kemudian saya mencari buku itu di TIM, ternyata tidak ada, tetapi saya menemukan buku kumpulan puisinya yang berjudul Malu (Aku) jadi orang Indonesia. Kumpulan puisi yang bercerita tentang kejadian 1998, dan kejadian negeri ini sekitar-sekitar waktu tersebut.

Ternyata puisi-puisi Taufik Ismail begitu khas, kata-katanya sederhana, mengalir dan begitu mengena. Pemilihan judul buku ini begitu menarik bagi saya , dalam menggunakan kata "AKu" yang diberi tanda kurung, seperti ngin menyampaikan bahwa yang malu adalah ‘dia’ secara pribadi, dan menawarkan kepada pembaca apakah merasa malu juga.  Tentu akan berbeda jika kata "Aku" tersebut tidak ada, akan bermaksud, seakan-akan "kita semua’ yang merasa malu, atau jika kata "Aku" tidak memakai tanda kurung, mungkin terkesan pesimis, bahwa hanya ia yang malu jadi orang Indonesia.

Karena memang sesungguhnya dia tidak tahu, seberapa banyak rakyat Indonesia yang malu akan keadaan banggsanya, mungkin ada yang malu dan mungkin juga ada yang tidak. Membaca puisi-puisi ini, saya merasa terwakili mengungkapkan perasaan-perasaan terhadap bangsa ini, mungkin juga Anda. Inilah syair-syair yang merupakan "curhat"nya seorang sastrawan : Taufik Ismail.

***

-Selatan Jakarta - Menjelang Ramadhan 2005

Bumi semakin Panas

October 3, 2005

          Saya kaget sekali mendengar berita tentang topan Katrina di AS. awalnya saya menganggap musibah itu adalah gejala alam layaknya gempa. ‘

Tetapi ketika membaca pembahasan ilmiah mengenai proses terjadinya topan kemudian berikutnya menyusul topan Rita yang sudah diperkirakan sebelumnya, saya baru menyadari bahwa badai topan itu tidak sepenuhnya alami. Tetapi karena suhu yang sangat panas di lautan. Lalu hal di dikaitkan dengan issu pemanasan global.

Saya lantas bergidik. Pemanasan bumi ternyata perubahan panas matahari dari abad ke abad juga disumbang oleh pemanasan global. Issu pemananasan global mulai mencuat sejak tahun 1980-an. Ketika industri semakin berkembang biak begitu pesat, salah satu isu kerusakan lingkungan akibat pembangunan adalah pemanasan global efek gas rumah kaca. Artikel yang saya simpan ini, adalah artikel enam tahun yang lalu. Betapa penelitian yang dilakukan para ilmuwan sudah memperingatkan kita akan bahaya tersebut. Dan akibat paling parah adalah tahun ini.

Jika pembangunan yang tidak ramah lingkungan terus berlangsung, dan pemanasan global tidak dikurangi, Bumi akan semakin panas… bencana dan bencana lagi…

434881789uxgoju_th

—–

Tahun 2000, Dunia Makin Panas WASHINGTON - Dunia akan semakin panas dan alam semakin tidak ramah, sehingga kehidupan manusia akan semakin tidak nyaman dalam tahun 2000 nanti, demikian dilaporkan Worldwatch Institute dalam laporan tahunan, "Vital Signs 1999," belum lama ini. Laporan yang disusun berdasarkan data dan fakta-fakta ilmiah ini, memberikan prediksi tentang hal-hal yang berkaitan dengan apa yang akan dihadapi dunia dan penghuninya pada abad mendatang.

Presiden Worldwatch Lester Brown dalam laporan tersebut mengatakan, persoslan besar akan dihadapi umat manusia dengan semakin meningkatnya temperatur global, ekstremitis iklim dan akan semakin banyak orang yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan badai.

Temperatur rata-rata tahunan bumi akan mencapai 14,57 derajat Celsius (58,23 derajat Fahrenheit). Biaya kerusakan akibat serangan badai meningkat 53 persen dari angka 92 miliar dolar AS pada tahun 1998. Dan sekitar 300 juta orang akan kehilangan rumah akibat badai dan banjir yang dahsyat. Di sisi lain, menurut Brown, terjadi perkembangan yang positif dengan makin banyaknya penggunaan energi matahari dan energi angin yang meningkat 16 sampai 22 persen per tahun. Selain itu, komunikasi lintas budaya melalui internet juga meningkat pesat.

Senada dengan Brown, seorang ilmuwan AS lainnya, Richard C Willson dari Pusat Penelitian Sistem Iklim, Universitas Columbia dalam laporan penelitiannya beberapa waktu lalu mengatakan, bumi makin panas dari hari ke hari, sehingga hidup akan semakin tidak nyaman. Semua itu karena radiasi panas matahari ternyata semakin meningkat dari hari ke hari, sehingga memperburuk pemanasan global yang oleh banyak orang dianggap sebagai akibat meningkatnya emisi gas-gas rumah kaca.

”Radiasi matahari yang mencapai bumi saat ini 0,036 persen lebih panas ketimbang tahun 1986,” ujarnya. Menurut Willson, peningkatan panas yang berhasil dideteksi oleh satelit pengukur radiasi sinar matahari sepintas terlihat kecil dan sepele, tetapi untuk jangka waktu lebih dari seabad, peningkatan itu akan cukup signifikan.

Apalagi dengan makin meningkatnya pemanasan global akibat gas-gas rumah kaca. Gas Rumah Kaca Ia memperkirakan, dalam periode 100 tahun mendatang, pemanasan akibat gas rumah kaca sekitar 3,6 derajat Fahrenheit (-15.8 Celsius). Pancaran panas sinar matahari bisa memberikan kontribusi tambahan sebesar 0,72 derajat Fahrenheit. ”Angka ini sepintas tidak berarti dan jauh lebih kecil ketimbang efek gas rumah kaca, tapi tidak bisa disepelekan begitu saja,” katanya seperti dikutip kantor berita AP. Penelitian Willson ini mendapat dukungan dari sejumlah pakar. ”Ini adalah sebuah peningkatan yang signifikan, karena berarti akan meningkatkan pula angka rata-rata dari pemanasan global yang sedang dan akan kita hadapi, ” kata John Firor dari National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado.

Firor mengatakan, mengacu pada estimasi terakhir tentang bagaimana gas-gas rumah kaca membuat planet bumi semakin panas di abad mendatang, maka peningkatan panas matahari yang ditemukan oleh Willson itu akan mendorong trend pemanasan global sekitar 20 persen. Penemuan terbaru Willson tersebut didasarkan para pengukuran cahaya matahari yang diambil oleh tiga satelit berbeda selama lebih dari 17 tahun. Selama kurun waktu tersebut, matahari melintasi bagian dari dua periode pada aktivitas matahari yang satu periodenya berlangsung 11 tahun. Willson mengatakan, ia mengetahui adanya peningkatan panas setelah membandingkan pancaran minimum matahari dari sebuah periode yang berakhir tahun 1986 dengan pancaran minimum matahari pada periode yang akan berakhir tahun ini.

Menurut Willson, penemuannya itu mendukung pendapat bahwa perilaku matahari memainkan peran penting dalam pola iklim bumi. Hal ini berarti konsisten dengan penelitian-penelitian tentang inti es yang diambil lewat pengeboran di deposit-deposit es berusia ribuan tahun seperti yang terdapat di Greenland. ”Dengan mempelajari sifat-sifat kimiawi isotopik dari inti-inti es tersebut, para peneliti secara spontan mengubah pola pikir lama yang menyatakan pemanasan global hanya akibat ulah manusia, lewat konsumsi gas-gas rumah kaca. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa panas matahari berubah dari abad ke abad, dan secara dramatis mempengaruhi temperatur bumi,” ujarnya.

Suara Pembaruan Daily 20.09.1999 www.suarapembaruan.com/News/1999/09/200999/Lainlain/ip02/ip02.html