Magic Show on The Bus

October 22, 2005

Pulang dari Al Azhar saya biasa naik patas AC 05 dari depan jalan Sisingamangaraja, patas AC ini biasa ‘lapor’ di basecamp Mayasari di halte KArtika Chandra.

Di situ biasa banyak tukang jualan dan pengamen ikut naik dari situ bus langsung masuk AC dan keluar di pintu tol barat atau timur Bekasi.Jadi biasanya pengamen yang naik dari situ baru turun paling cepat di pintu tol Jatibening. Tidak seperti biasanya, pengamen kali ini tidak membawa alat musik pemuda dengan kostum hitam-hitam, berdiri di lorong bagian depan ternyata dia menyulap…!.

Baru kali ini saya liat tukang ngamen nyulap, saya yang duduk di bangku paling depan memang tidak melihat jelas apa saja yang diperagakan, sempat menengok sebentar dia sedang memegang kotak yang berisi 3 batang rokok yang patah-patah. Di bangku-bangku bus tampak para penumpang yang tidak memperhatikan kebanyakan tidur atau sesekali melihat ke si tukang sulap.

Sepuluh tahun lalu mungkin masih satu-dua kita temukan tukang ngamen sekali perjalanan. Sekarang, salam satu perjalanan bisa ada lima tukang ngamen. Mereka biasanya cukup tertib bergantian mengamen.

Persaingan yang ketat karena semakin banyaknya tukang ngamen mungkin membuat pemuda itu melakukan hal yang baru, berharap penumpang ecxited dengan penampilan yang tidak biasa.Tapi rupanya malam itu penumpang banyak yang lelah sehingga tidak tertarik untuk menonton ‘david copperfield show on the bus’ tersebut.

- Gresik - 19 Oktober 2005

Leave a Reply