Malu (Aku) jadi Orang Indonesia
October 3, 2005
Judul : Malu (Aku) jadi Orang Indonesia
Penulis : Taufik ISmail
Genre : Kumpulan Puisi
Penerbit : Yayasan Indonesia,ISBN 979-8424-04-2,xvi+206+profil,
cetakan kedua, 2000
_________________________________________________________________________________
Sekitar akhir tahun 2001, saya tiba-tiba kangen dengan puisi Taufik Ismail yang berjudul "Sajak Seorang Tukang Rambutan kepada Istrinya", dalam kumpulan puisi : Tirani dan Benteng, puisi-puisi yang bercerita tentang kejadian tahun 1966. Saya membaca puisi-puisi itu di perpustakaan SMA. Kemudian saya mencari buku itu di TIM, ternyata tidak ada, tetapi saya menemukan buku kumpulan puisinya yang berjudul Malu (Aku) jadi orang Indonesia. Kumpulan puisi yang bercerita tentang kejadian 1998, dan kejadian negeri ini sekitar-sekitar waktu tersebut.
Ternyata puisi-puisi Taufik Ismail begitu khas, kata-katanya sederhana, mengalir dan begitu mengena. Pemilihan judul buku ini begitu menarik bagi saya , dalam menggunakan kata "AKu" yang diberi tanda kurung, seperti ngin menyampaikan bahwa yang malu adalah ‘dia’ secara pribadi, dan menawarkan kepada pembaca apakah merasa malu juga. Tentu akan berbeda jika kata "Aku" tersebut tidak ada, akan bermaksud, seakan-akan "kita semua’ yang merasa malu, atau jika kata "Aku" tidak memakai tanda kurung, mungkin terkesan pesimis, bahwa hanya ia yang malu jadi orang Indonesia.
Karena memang sesungguhnya dia tidak tahu, seberapa banyak rakyat Indonesia yang malu akan keadaan banggsanya, mungkin ada yang malu dan mungkin juga ada yang tidak. Membaca puisi-puisi ini, saya merasa terwakili mengungkapkan perasaan-perasaan terhadap bangsa ini, mungkin juga Anda. Inilah syair-syair yang merupakan "curhat"nya seorang sastrawan : Taufik Ismail.
***
-Selatan Jakarta - Menjelang Ramadhan 2005
Leave a Reply