Resepsi ato Launching Film

November 29, 2005

Kemarin saya dapat undangan nikahan dari teman, senior di Sipil, Dhank Ari.

Ini undangan isinya puisi semua n daftar acaranya lebih mirip acara luncing film.

Tapi sangat menggambarkan pribadi yang punya hajat.

Und1 Dhank boleh kasih kritik membangun yah:

Itu judulunya harusnya : Poeisi dalam sendja… kalo pake ejaan lama musti konsisten semuanya.

Itu foto yang lagi baca buku, kok tampangnya serius banget, Dewi-nya aja nyantai tuh baca Arus Balik, lo baca buku apa  ???

Itu foto yang di Thamrin, kenapa nggak foto berlatar belakang gedung TransTV aja ? he he he

Und2

Anyway …

puisinya bagus !

Happy wedding

Wish you all hapiness ever after n God always bless your Sakinah family…

I’ll be there…

in your wedding beach gathering…

______________

-selatan jakarta - 29.11.05

Depok di kepung Mall

November 23, 2005

     Jaman saya kuliah dulu, di Depok hanya ada Depok Mall, dan Plaza Depok,
pertokoan di jalan Margonda pun, belum terlalu banyak. Tetapi sekarang, di sepanjang jalan Margonda, sudah bertambah 3 Mall besar
dan komplek-komplek ruko maupun outlet-outlet besar.

Image16_1      Tiga mall yang baru bertambah adalah : ITC Depok, disamping terminal persis,Depok Town Square, dan tidak beberapa jauh dari stasiun pondok Cina, dan yang sedang dibangun yaitu Margo City. Outlet-outlet besar yang muncul dalam lima tahun belakangan adalah Kampus BSI,Gramedia, LIA Depok, Showroom Toyota, Showroom Suzuki, Rumah Sakit Bunda  dan Bakmi Japos. Ruko yang berkembang ada disekitar jalan stasiun UI atau jalan Kober, Jalan Kapuk, sebelum Jl. Fatimah (ILP),persimpangan Jl.Juanda, dan factori outlet-factori outlet.

     Bangunan super besar yang sedang dibangun juga adalah Apartemen Margonda Residence, yang konon telah terjual habis unitnya. Apartemen ini diprediksi akan sangat diburu para mahasiswa kampus-kampus di sekitar Depok.

     Kalau dulu, jalan menuju Depok dari Lenteng  Agung, hanya macet di sekitar stasiun LEnteng, kini titik-titik kemacetan bertambah. Pertama adalah persimpangan jalan layang UI, biasanya macet mulai dari Gardu, selanjutnya merayap melalui titk-titik kemacetan yang jaraknya dekat-dekat yaitu Kober, Pondok CIna, Gramedia, Depok Town Square, Jl.Juanda, dan Mall. Depok dan terminal/ITC Depok.

     Depok, khususnya jalan Margonda dikabarkan merupakan tambang emas untuk usaha. Pertumbuhan ekonomi daerah in begitu cepat. Tetapi kekurangan DEpok adalah berkembang pesat hanya disekitar wilayah jalan Margonda. Lihat saja Mall-mall berpusat di sekitar itu.

     Perumahan-perumahan mewah  di Depok bermunculan dengan menawarkan potongan harga. Namun Kekurangan DEpok adalah jalan Akses yang tidak bisa melalui Tol. Jalan favorit adalah melaluitol Tb Simatupang, keluar di Tanjung Barat, melalui LEnteng Agung dan jalan Margonda, selain itu melalui Cibubur dan Sawangan.

     Depok memang menawarkan tempat tinggal yang lebih asri dan segar dibandingkan dengan wilayah pinggiran Jakarta lainnya. Tetapi bagi yang mempertimbangkan transportasi, mungkin Bekasi dan Tangerang lebih mudah diakses melalui jalan tol.

- Selatan Jakarta - 23.11.05 -

Seno Gumira jadi Profesor

November 8, 2005

Seno Gumira Ajidarma diangkat menjadi Profesor di Universitas Indonesia.Sastrawan Papan Atas ini menurut saya memang layak untuk gelar itu.
Dua roman terakhirnya - Negeri Senja dan Kitab Omong Kosong, mendapat
penghargaan Katulistiwa Literary Award 2004 dan 2005 berturut-turut .
Karya-karyanya hampir semua memuat pesan sosial-politik, yang dikemas dengan
bahasa sastra yang bagus sekali.

Berita selengkapnya dapat dilihat di:

http://www.ui.ac.id/indonesia/main.php?hlm=berita&id=2005-08-02%2015:06:36

Masih kelanjutan kisah teman yang kehilangan HP di mesjid AL Azhar. Ternyata waktu itu ada seorang mbak-mbak yang melihat seorang ibu mengambil HP teman, saya lalu memasukkannya kedalam tasnya.

Waktu itu disebelah teman saya ada seorang bayi dan seorang anak perempuan sekitar 7 tahun, kakak sang bayi, yang sedang ditinggal ibunya berwudhu. Kemudian sang bayi menangis. Kami semua tidak berani mengangkat sang bayi. Kemudian ada seorang ibu separuh baya yang datang, Kami semua mengira ibu itu adalah ibu bayi tersebut. Sang ibu kemudian menggendong bayi tersebut. Ternyata ibu itu pencuri.

Teman saya melaporkan ke Satpam, Satpam memanggil ibu itu, tetapi ia tidak mengaku, bahkan sampai bersumpah atas nama Al quran. Yah … begitulah akhir kisah HP itu.

Lain lagi kisah HP  kakak saya yang hilang dirumah dalam acara Halal Bihalal, mengherankan dan ironis sekali. Dalam lima menit nomor sudah tidak aktif.

Dalam dua minggu saya melihat langsung kehilangan HP dari orang-orang terdekat. Lalu saya teringat peristiwa hilangnya HP kakak saya yang lain.

Tahun lalu, rumah kakak saya kemasukan maling, tetapi setelah diperikasa tidak ada barang-barang yang hilang. Kakak saya bingung, tetapi setelah diperiksa lagi ternyata yang hilang adalah HP Flexi nya dan celengan anaknya. Bener-bener aneh itu maling.

Kakak saya lalu memblokir rekening telepon Flexinya, sehingga HP itu tidak bisa untuk menelepon, hanya bisa untuk menerima. Beberapa bulan berlalu, istri kakak saya iseng coba-coba menelepon nomor Flexi itu dan ternyata diangkat oleh seorang perempuan. Dia mengaku suaminya membeli dari orang yang menjajakan di pintu Tol. Kakak saya lalu menceritakan tentang hilangnya HP itu. Keesokannya ia ditelpon oleh seorang laki-laki yang katanya ingin mengembalikan HP itu. Anehnya tanpa menanya alamat, laki-laki itu beberapa jam kemudian sampai rumah kakak saya, dia pun tahu nama kakan saya. Mungkin dialah  malingnya. Dia bilang istrinya sedang hamil sehingga tidak mau HP curian dan menyuruh mengembalikan HP itu.Dan dia meminta ganti uang 200 ribu untuk mengganti uangnya ketika membeli HP itu.

HP Flexi pasca bayar itu tidak menggunakan chip, tetapi nomor yang disuntik. Untuk memblokirnya lebih mudah, karena sang pencuri tidak bisa menggunakan HP curian tersebut.  Untuk dijual juga susah. Mungkin karena itulah si pencuri menggunakan akal agar bisa mendapat uang, yaitu meminta si pemilik untuk menebusnya, seperti cara diatas.

Berbeda jauh sekali dengan HP dengan memakai chip. Ketika HP dicuri, si pencuri dengan mudahnya membuang chip, lalu menjual HPnya. Saya berpikir, mungkinkah HP-HP GSM pasca bayar untuk menggunakan sistem seperti HP CDMA, tanpa menggunakan chip. Mungkin kekurangannya yaitu tidak fleksible menukar-nukar HP dan chip-nya. Tetapi lebih aman terhadap pencurian. Atau mungkin ada sistem lain, yang memungkinkan pencuri tidak dapat memanfaatkan HP curian, sehingga meminimalkan kasus pencurian HP.

- Bintara home – 07.11.05