Masih kelanjutan kisah teman yang kehilangan HP di mesjid AL Azhar. Ternyata waktu itu ada seorang mbak-mbak yang melihat seorang ibu mengambil HP teman, saya lalu memasukkannya kedalam tasnya.

Waktu itu disebelah teman saya ada seorang bayi dan seorang anak perempuan sekitar 7 tahun, kakak sang bayi, yang sedang ditinggal ibunya berwudhu. Kemudian sang bayi menangis. Kami semua tidak berani mengangkat sang bayi. Kemudian ada seorang ibu separuh baya yang datang, Kami semua mengira ibu itu adalah ibu bayi tersebut. Sang ibu kemudian menggendong bayi tersebut. Ternyata ibu itu pencuri.

Teman saya melaporkan ke Satpam, Satpam memanggil ibu itu, tetapi ia tidak mengaku, bahkan sampai bersumpah atas nama Al quran. Yah … begitulah akhir kisah HP itu.

Lain lagi kisah HP  kakak saya yang hilang dirumah dalam acara Halal Bihalal, mengherankan dan ironis sekali. Dalam lima menit nomor sudah tidak aktif.

Dalam dua minggu saya melihat langsung kehilangan HP dari orang-orang terdekat. Lalu saya teringat peristiwa hilangnya HP kakak saya yang lain.

Tahun lalu, rumah kakak saya kemasukan maling, tetapi setelah diperikasa tidak ada barang-barang yang hilang. Kakak saya bingung, tetapi setelah diperiksa lagi ternyata yang hilang adalah HP Flexi nya dan celengan anaknya. Bener-bener aneh itu maling.

Kakak saya lalu memblokir rekening telepon Flexinya, sehingga HP itu tidak bisa untuk menelepon, hanya bisa untuk menerima. Beberapa bulan berlalu, istri kakak saya iseng coba-coba menelepon nomor Flexi itu dan ternyata diangkat oleh seorang perempuan. Dia mengaku suaminya membeli dari orang yang menjajakan di pintu Tol. Kakak saya lalu menceritakan tentang hilangnya HP itu. Keesokannya ia ditelpon oleh seorang laki-laki yang katanya ingin mengembalikan HP itu. Anehnya tanpa menanya alamat, laki-laki itu beberapa jam kemudian sampai rumah kakak saya, dia pun tahu nama kakan saya. Mungkin dialah  malingnya. Dia bilang istrinya sedang hamil sehingga tidak mau HP curian dan menyuruh mengembalikan HP itu.Dan dia meminta ganti uang 200 ribu untuk mengganti uangnya ketika membeli HP itu.

HP Flexi pasca bayar itu tidak menggunakan chip, tetapi nomor yang disuntik. Untuk memblokirnya lebih mudah, karena sang pencuri tidak bisa menggunakan HP curian tersebut.  Untuk dijual juga susah. Mungkin karena itulah si pencuri menggunakan akal agar bisa mendapat uang, yaitu meminta si pemilik untuk menebusnya, seperti cara diatas.

Berbeda jauh sekali dengan HP dengan memakai chip. Ketika HP dicuri, si pencuri dengan mudahnya membuang chip, lalu menjual HPnya. Saya berpikir, mungkinkah HP-HP GSM pasca bayar untuk menggunakan sistem seperti HP CDMA, tanpa menggunakan chip. Mungkin kekurangannya yaitu tidak fleksible menukar-nukar HP dan chip-nya. Tetapi lebih aman terhadap pencurian. Atau mungkin ada sistem lain, yang memungkinkan pencuri tidak dapat memanfaatkan HP curian, sehingga meminimalkan kasus pencurian HP.

- Bintara home – 07.11.05

Leave a Reply