JIL iprit
December 2, 2005
Saya bergabung dengan YISC Al Azhar -organisasi pemuda Islam tertua di Indonesia - karena organisasi ini berbeda sekali dengan organisasi-organisasi pemuda Islam yang pernah saya ikuti dan ketahui.
YISC begitu demokratis dan moderat. Yang paling saya suka adalah iklim debat yang kritis dan budaya membaca. Saya suka acara Kajian yang membahas buku-buku apa saja, tidak hanya buku agama, tetapi juga buku sastra, ekonomi dan bidang-bidang lain.
Ketika masuk YISC pada 2004, saya mendengar cerita tentang seorang anggota YISC, yang juga aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang menikah dengan seorang pemudi Konghucu. Pernikahan beda agama pertama yang dinyatakan syah secara Islam oleh tokoh-tokoh Islam moderat dari Paramadina dan JIL. Kontroversi ini memakan perdebatan panjang yang berakhir pada keputusan dikeluarkannya
temen tsb dari keanggotaan karena mendapat reaksi keras dari keluarga besar Al Azhar.
Belakangan ini istilah JIL begitu populer di kalangan masyarakat. Nama Ulil Abshar Abdhalla ,sang ketua JIL, tenar di kalangan umat Islam.JIL begitu kontroversial karena fatwa-fatwa nya yang banyak "mengagetkan"kaum Islam Konservatif. Dituduhlah JIL sebagai antek antek kepentingan yang ingin menyesatkan ISlam. istilah JIL oleh orang awam diidentikkan dengan fatwa-fatwa diperbolehkannya Nikah Beda Agama, Jilbab yang tidak wajib bagi perempuan dan hal-hal lain yang berseberangan dengan yang selama ini merupakan aqidah mutlak umat Islam.Sebelum masuk YISC, saya sudah mengetahui tentang JIL, dari bacaan-bacaan.Saya suka dengan pemikiran dalam artikel-artikel di www.islamlib.com.
Minggu ini, YISC Al Azhar akan menggelar pesta demokrasi pemulihan Ketua Umum baru untuk periode 2005-2007. Seperti komunitas-komunitas lain di dunia ini, masing-masing Kandidat membawa Visi dan Misi masing-masing dan
juga dengan membawa Massa masing-masing.
Yang seru adalah isu-isu yang beredar bahwa :calon kuat adalah dari kelompok "ini", ada kandidat dari kelompok "itu" yang merupakan antek-antek JIL, JIL harus diusir dari YISC, dll. Yang saya heran adalah kenapa harus mencap seseorang dengan "JIL" dan alergi terhadap JIL. Ndak tau deh aku di cap apa, yang jelas seringnya ngumpul ma temen2 yang dicap JIL dgn ciri: suka ma Kajian, Veel Lezen… (banyak baca, red) dan … suka jalan-jalan (ini tambahan aja loh )
Bagi saya apapun JIL, JAL, JUL atau apalah saya sangat menghargai kebebasan berpikir dalam agama seperti pemikiran-pemikiran kritis teman-teman dalam artikel-artikel di website JIL. Dan sayapun menghargai teman-teman yang tidak sepaham dengan pemikiran JIL ASALKAN benar-benar tau pemikiran JIL, tidak hanya membenci tanpa tau bagaimana JIL.
Yang jelas saat ini saya merasa JIL bagaikan makhluk yang begitu menyeramkan -seperti JIN iprit (saya pelesetkan judul jadi JIL iprit, red.) - bagi umat Islam. PAdahal yang paling menyeramkan adalah Fanatisme beragama - agama apapun - yang sampai memerangi agama lain.
Disela email-email kampanye program kerja dari Tim Sukses calon kandidat di mailbox saya, kemarin ada email dari Bang Chaidir, Doktor Farmasi yang masih aktif di YISC . Saya ingin mengutip pendapat beliau :
Siapa sih yang nggak terima, kalau agama itu soal keyakinan, pemikiran dan akhlak. Tapi untuk sampai kesana, pendekatan kita jangan hanya pakai cara yang itu2 lagi. Apa sih cara yang itu2 lagi yang aku maksud : Kita melulu membahas siapa yang masuk sorga dan neraka, kita senang membahas siapa yang sesat dan saleh, kita diskusikan gimana ibadah kita supaya Allah nggak murka … tapi hampir luput menyelami aspek sosial dan antropologi agama.
email 1/12/2005. 5.17 PM
Saya berharap siapapun yang terpilih menjadi Ketum, semoga berorientasi mengkaji agama terhadap aspek-aspek sosial budaya. Menurutku pemikiran ini bisa menjadi cikal bakal untuk memerangi kemiskinan dan ketimpangan sosial di dunia, sehingga bisa mewujudkan kehidupan yang lebih adil dan damai.
di akhir email Bang Chaidir tulis pesan dengan huruf besar semua :
(AWAS JANGAN TUDUH AKU LIBERAL.., SUDAH MUAK !)
serem banget nih ancemannya … ^_^
tapi sama deh, pesenku… tapi nggak pake AWAS n SUDAH MUAK…
(Ini kan untuk orang yang udah sering dituduh, aku kan belum pernah ^_^).
_______________________________________________________________
Duh, sebenernya nervous nih nulis begini, agama euy… masalah "sensual" ^_^
- Cilandak Junction (ini bukan nama Mall loh seperti lagi Tren sekarang, pake Junction, tapi memang simpangan Cilandak) - 02.12.05
April 18th, 2009 at 11:30 am
Yg harus dibeci emang bukan orangnya ,tapi pmikirannya….