Tanggal tua, ditilang…mmm…
February 25, 2006
Sore tadi, keluar dari Plaza Semanggi berdua teman, polisi memberhentikan
mobil yang kami tumpangi. Saya dan teman saya saling berpandangan…?!?!
"Malam mbak…mbak tau kesalahan mbak?"
"engga… kita berdua serempak menjawab".
"Mbak yang disana nggak pake seatbelt".
"God…! What a fool of me …
Saking serunya nggosip sampe lupa pasang
Kami berdua langsung lemas…
sialnya kita nggak kompak cari alesan
Saya alesan mau turun di halte depan,
teman alasan tadi dipake, tiba-tiba tidak sengaja melepasnya.
Polisi itu dengan nada tegas menolak segala alasan kita.
SIM dan STNK langsung diminta.
Teman yang sangat panik, merayu serayu-rayunya.
Saya kaget sekali, tidak pernah mendengar teman merengek sebegininya…*
Sampai STNK yang sudah ditangan polisi ditarik-tarik.
Yang bikin tambah panik adalah angka denda yang akan dikenakan
yaitu 750 ribu rupiah, atau di BRi gatot subroto Rp 325 ribu rupiah.
Saya tidak dengar rinci penjelasan polisi itu karena sangat sudah ilfil.
Berhubung males berurusan panjang, keluarlah jurus akhir jalan damai.
Kami tawarkan uang 25ribu, ternyata mintanya 50ribu
berhubung tanggal tua…
kita bayarkan 50ribu itu dengan 2 lembar 20ribuan selembar limaribuan
dan 5 lembar seribuan.(kere bener nih…)
Polisi itu mungkin kaget menerima uang recehan itu sampai dia bilang
"Emang itu lima puluh ribu ???"
kita yang udah nggak sabaran buru-buru narik STNK n SIM sambil bilang
"Iya…iya…nih" dan tanpa ba bi bu langsung cabut.Tanggal tua gini ditilang…mmm nyam nyam deh…**.
Mungkin sudah rezeki tuh orang, sambil ngingetin diri sendiri yang biasa naik angkot
untuk nggak lupa pasang seatbelt begitu duduk.
Setelah diinget-inget padahal berangkatnya saya nggak pake seatbelt juga ^-^
*Ni…gile lo ye kalo ngerayu…
**Kayanya kualat nggak ke AA
_______________________________________________________________________
huis - 25.02.2006
SIMFONI BULAN
February 23, 2006
SIMFONI BULAN
Jenis: Novel/Fiksi
Penulis: Feby Indirani
Jumlah halaman: x + 206 hlm
Cetakan: 1
Tahun terbit: 2006
Penerbit: Mediakita
ISBN: 979-794-013-6
_______________________________________________________________________________
"Siapa yang berani mengatakan menjadi pelacur itu mudah?"
"Kemarilah. Aku ingin sekali meludahinya. Sekarang. Saat ini juga."
___
…
“Kenapa menulis tentang pelacur?” Visya akhirnya kembali bersuara.
“Pelacur selalu menjadi sosok yang menarik bagiku,” jawab Bulan.
“Mereka hidup dari hari ke hari sambil menggarami luka mereka sendiri,” lanjutnya
mengutip sebaris dari teks yang ditulisnya.
Visya bangkit, terduduk tegak. Sikap tubuhnya berubah serius. “Menggarami luka? Pernah
betul-betul kau iris tanganmu, lalu kau pupurkan garam di atasnya?” tanya Visya dengan
volume dentum yang bisa beresonansi dengan getar jendela.
Nada yang sangat tajam. Tapi sorot matanya lebih dalam menusuk. Tiba-tiba ia kelihatan
menjadi orang yang berbeda. Menjadi begitu berapi-api, siap meletuskan lahar panas.
Bulan menggeleng gugup. Wajahnya mulai pias.
“Dasar goblok! Jangan pernah menuliskan hal-hal yang tidak pernah kau alami! Membikin
perumpamaan hanya karena kau pikir itu puitis untuk dikatakan. Goblok! Aku berhak
ngomong begitu karena AKU PERNAH MELAKUKANNYA. Merasakan garam menggerogoti
sedikit demi sedikit. Perih! Perih! Perih! Lalu lama-lama jadi nikmat. Kau tahu? NIKMAAAT!
“ Visya berteriak-teriak membuat gendang telinga Bulan terasa pekak.
_______________________________________________________________________
Sanggupkah Bulan menjadi pelacur ?
Buku ini sangat menarik dalam penggambaran karakter tokoh-tokohnya. Feby cukup hebat menemukan ide dan imajinasi pelukisan sosok Bulan, yang begitu gugup memulai karirnya sebagai pelacur, Sosok Visya yang tidak terbayangkan, melewati batas imajinasi.
Tokoh Gangga, pria yang ditemui ketika Bulan menjadi pelacur, dengan karakter seperti "Orang Bijak Taat Pajak" sebenarnya lebih banyak diceritakan. namun karakter Visya lebih hidup walaupun lebih sedikit diceritakan. Tokoh-tokoh lainnya menguatkan cerita seperti Bayu, anak pelacur yang diangkat oleh Bulan. Sangkut paut antar tokoh sulit ditebak, walaupun sedikit mengejutkan, tetapi kesemua tokoh akan terlibat sampai akhir cerita.
Kalimat-kalimat dalam cerita tidak terasa membosankan karena kalimat Feby yang kaya akan metafora dan kiasan, sangat menarik untuk sebuah karya sastra . Pemasukan isu-isu tentang penataan lokalisasi oleh pemerintah dengan setting Kramat Tunggak juga cukup tepat dalam novel ini. Dengan Imajinasinya yang kuat, mungkin suatu saat Feby dapat menuliskan buku seperti Negeri Senja-nya Seno Gumira Ajidarma.
Jangan lewatkan novel pertama Feby ini.
______________________________________________________________________
Buku sudah tersedia di Gramedia,
Kalau belum ada di Gramed, bisa beli online, kontak di www.mediakita.com
____________
BOP CIlandak 23.02.2006
Wat slecht weer
February 21, 2006
Bener-bener mengerikan cuaca belakangan ini harusnya bulan masih musim hujan, tapi dua minggu lalu hujan sudah mulai hilang. Saya pikir bulan ini sudah memasuki musim pancaroba.
Tapi justru belakangan ini, pagi hari sampai siang, panas terik, hujan muncul di sore hari dengan lebatnya. Nggak ketinggalan angin kencang dan petir yang menggelegar.
AKibat hujan angin ini cukup memprihatinkan, pohon tumbang, atap copot dll. Banyak juga yang terserang flu. Mmm… wat slecht weer…
_______________________________________________________________________
BOP Cilandak - 22.02.2006
Piknik ke Bulan
February 17, 2006
Kegiatan wisata alam kini semakin beragam, mulai dari arung jeram, paint ball, banana boat, snorkeling, diving, bottom glass boat sampai kegiatan berkebun dan memetik buah maupun menanam padi di sawah pun dijadikan paket wisata.
Kecenderungannya adalah profesi unik, menarik dan menyegarkan di alam bebas disukai orang untuk berwisata, seperti bercocok tanam, berperahu dan menyelam. Dengan kecenderungan ini saya membayangkan kapankah kegiatan astronot ke luar angkasa dijadikan paket wisata.
Hari ini KCM memuat berita tentang pake wisata ke luar angkasa yang tidak lama
lagi akan dilaunching. wisata menggunakan roket berawak lima orang ini
biayanya 20 juta dollar AS per orang, menempuh perjalanan mengorbit bumi,
dan konon sudah 200 orang berkantong tebal yang mendaftar. Konon akan dibangun pangkalan-pangkalan roket wisata ini di seluruh penjuru dunia.
Ternyata banyak sekali konglomerat yang haus akan kegiatan menantang. Ilmu pengetahuan yang modern dan maju kini tidak hanya bisa disaksikan di layar Discovery Channel saja, tapi langsung bisa dicicipi masyarakat awam.
Roket Explorer, wahana berawak yang akan membawa penumpang mengitari Bumi.
Kisah liburan ke rumah kakek dan nenek didesa yang biasa dibuat pada karangan "berlibur" Tugas pelajaran Bahasa yang biasa disuruh guru ketika masuk sekolah sehabis musim libur tentu semakin ketinggalan jaman. Kisah itu kini menjadi kisah liburan ke luar angkasa.
Kata-kata "Pergi ke Bulan" sepeti lagunya Karnaval, bukan lagi kata-kata hiperbola bermakna kiasan, karena kita beneran sudah bisa piknik ke bulan, bergabung dalam dunia Star Trek.
Pengen euy piknik ke Bulan….
Siapa yang mau bayarin ….???
—
Link KCM yang memuat berita ini :
http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0602/17/130409.htm
______________________________________________________________________
BOP Cilandak - 17.02.2006
Hepi Palentin
February 13, 2006
Sabtu lalu saya pergi ke Mall dekat rumah saya. Di Lobby ada bridal n fashion show yang bernuansa pink dan Velentine. Ketika saya masuk ke Gramedia, sekitar tiga langkah dari pintu masuk terdapat rak yang memajang beraneka souvenir cokelat yang sebagian besar berbentuk hati berwarna merah jambu.
Sekitar lima tahun lalu, belum marak kafe cokelat seperti dapur cokelat dan sejenisnya.Bentuk cokelat masih terbatas pada cokelat buatan pabrik dengan bentuk kotak. HAnya saja menjelang Valentine, bungkusnya didesain dengan nuansa Valentine dengan disertai kata-kata manis seperti :"I Love U", "Just For U", "You are a perfect valentine gift", "Your love sweeter than chocolate" dll.
Kini dengan munculnya berbagai "bengkel cokelat", souvenir cokelat Valentine semakin beragam.Seperti dibahas di harian Kompas sabtu lalu, dalam lima tahun terakhir coklat semakin menjadi ‘ikon’ hari Valentine. Kasih sayang dilambangkan dengan penganan manis yang bisa dibentuk bermacam-macam ini.
Hari Valentine yang didefenisikan sebagai hari kasih sayang semua orang dan segala usia, sepertinya masih digandrungi sebagian besar remaja dan anak muda. Terlepas dari latar belakang sejarah dan maknanya, momen ini sangat menyuburkan para kapital. Budaya Valentine tidak hanya dinyatakan dengan ungkapan dan sikap. Tapi disertai dengan souvenir yang berupa cokelat, boneka pink, dan bunga. Para kapital mungkin mengharapkan akan ada perayaan Valentine setiap bulan. supaya produknya laris manis tanjung kimpul.
Selamat berburu cokelat, boneka dan sekuntum mawar….
Untuk dipersembahkan kepada Orang tua, Pacar atau Teman…
Hepi Palentin (ceritanya yang ngucapin "si Oneng" ^-^)
_______________________________________________________________________
BOP Cilandak - 14.02.2006
Prophet Muhammad Insult
February 8, 2006
Danish cartoonists made Cartoons of Muhammad, were published on local magazine there, and raised Moslem anger. Denmark Government has no issued statement yet. Denmark Consulate in Beirut was attacked by Angry Moslem as reprisal. One of these pictures shows Muhammad with a bomb and Syahadat at his turban offended Moslem people.
- We not allowed sketching the face of our prophet, to avoid worshiping Him. Muhammad just a human, not a deity.
- Muhammad is our paragon. Moslems over the world very love and respect to him after God and we can’t say some thing badly about people that we respect in our religion.
They don’t know about Muhammad and that is why they talking this way. Hei, the cartoonist, you need study about Muhammad before you mock him.
After WTC Bomb blast, they marked Moslem as terrorism and violence. Because the news comes to them from one side only, So many sites tell wrong information about Islam. They don’t know that the terrorist – who says that he is a Moslem – is no more accepted as Moslem. Terrorist used Islam to cover their act. Terrorism is not in line with Islam, - In my opinion also with all religion in the world.
The meaning of “Islam” in Arabic is PEACE. The real Islam is a religion of justice, peace, equality, and many other humane notions and practices. Please spare some time to learn more about it from reliable sources or if you don’t have anytime don’t just mock even attack it based on what others believe.
for our sisters and brothers please stop anarchy, show our disenchantment with the better way. May be we have to be more patient. for our Non Moslem sisters and brothers over the world, I would tell you: Please don’t mock our prophet and stop crushing Islam. We respect you and talk to you without crushing. May be one day we all see the truth and have a peace of mind and attitude.
Beltway Office Park – Cilandak
08.02.2006
Pungli Modern
February 3, 2006
Sejak dulu, saya tidak berminat mempunyai Kartu Kredit. Karena merasa belum perlu dan ingin membiasakan diri disiplin dalam berbelanja. Ketika Citibank membuka counter di lobby gedung kantor selama tiga hari,tim marketing mereka berulang-ulang kali menawarkan. Berhubung kantor saya di lantai dasar, setiap kali saya ke toilet setiap kali juga saya disodorkan plus diterangkan plus dibujuk untuk membuat. Akhirnya saya terbujuk juga dengan mendengarkan keuntungan-keuntungan yang diucapkan dengan manis para CS tersebut. Prosesnya begitu cepat hingga saya mendapatkan kartu.
KECEWA PERTAMA adalah limit kredit yang hanya SETENGAH dari yang mereka ucapkan waktu membujuk. Tagihan pertama awal Januari, saya langsung mengecek biaya-biaya administrasi, yaitu Bea Materai dan Biaya Administrasi pembayaran via ATM BCA. Satu lagi potongan yang saya tidak mengerti adalah Credit Shield sekitar tiga ribu lima ratus rupiah. Setelah tagihan datang, saya dikirimi, lembar asuransi Jiwa dan perlindungan jika kita tdk dapat membayar tagihan ketika terkena kecelakaan dari Citibank. Bagi saya ini sama sekali tidak menarik karena saya sudah mempunyai Asuransi Jiwa lain yang claimnya jauh lebih besar. Saya nggak “ngeh”, saya pikir asuransi itu Bonus dari Citibank sebagai pelanggan baru, seperti saya dapat Asuransi gratis ketika menjadi manjadi anggota Amway.
Tetapi ketika tagihan kedua datang, dengan potongan Credit Shield yang hampir dua kali lipat, saya mulai curiga, kemudian ingat dengan lembar Asuransi itu. Barulah saya cek ke buku panduan, ternyata memang disitu diterangkan tentang Credit Shield yang preminya akan ditagih sekian persen dari pembelanjaan kita perbulan. Saya merasa kecolongan tidak membaca bagian itu. KECEWA KEDUA saya yang adalah, mengapa pihak Citibank secara sepihak mengikutkan saya Asuransi yang notabene bukan merupakan bonus. SEHARUSNYA, segala sesuatu dimana kita harus membayar, diterangkan ketika mereka membujuk calon pelanggannya.
Saat itu juga saya telpon Call Center mereka untuk membatalkan asuransi tersebut. Untunglah CS yang melayani saat itu tidak mengajak debat panjang atau merayu-rayu lagi supaya ikut asuransi itu.
Sekitar seminggu lalu, saya ditelpon oleh CS, menawarkan program ‘one bill’ yaitu layangan ‘bebas fee’ membayar tagihan telepon dan listrik dan tagihan lain sekaligus via Citibank dengan keuntungan, kita dapat membayar tagihan telepon dan listrik dengan tenggat waktu 20 hari, Citibank akan membayarkan dulu, dan akan ditagihkan ke kita bulan berikutnya. Saya menanyakan begitu detail mengenai tenggat waktu – tenggat waktu tersebut.
Terjadi debat yang cukup panjang tentang penjelasan ini, kasusnya adalah sebagai berikut : Tagihan bulan Maret akan dibayarkan oleh Citibank, dan saya jatuh tempo Tagihan telepon ini pada tanggal 20 Maret. Padahal Kartu kredit saya dicetak tanggal 24 dan jatuh tempo tanggal 5. Saya pikir, saya akan membayar Tagihan telepon bulan Maret bersamaan dengan tagihan-tagihan lain FEbruari kebelakang sekitar tanggal 5 Maret. Tetapi ternyata Citibank baru akan membayarkan biaya Telepon ke provider sekitar tanggal 7 keatas setiap bulan, yang berarti sudah lewat dari jatuh tempo kartu. Berarti saya harus dua kali membayar tagihan ke Citibank, supaya Tagihan telepon saya tidak lewat dari jatuh tempo. Dari sini saya berkesimpulan Citibank mengkondisikan kita untuk membayar tagihan 2 kali yang berarti biaya administrasi juga berlipat dua kali atau kita selalu membayar telepon lewat dari jatuh tempo. Bagi yang suka mengulur bayar telepon mungkin fasilitas ini berguna, tapi saya tidak tertarik.
Kali itu saya kecolongan lagi, sempat mengiyakan, dan langsung di daftarkan. Tetapi kurang dari setengah jam kemudian setelah saya beru menyadari hal diatas, saya langsung menelpon Call Center lagi untuk membatalkan layanan tersebut, ternyata SANGAT MEREPOTKAN, nomor HP saya sudah tercatat di Satelindo untuk program pembayaran tersebut, sehingga dari Call Center Citibank saya dilempar telepon ke Layanan Satelindo. Akhirnya pihak Satelindo sudah men-confirm pembatalan saya. Saya lega.
Tetapi saya dibuat BeTe lagi, ketika tagihan Satelindo saya datang, di perincian tagihan tercantum biaya Citibank Call Center Charge sebesar Rp 7480. Tadinya saya pikir biaya pulsa menelepon dari HP ke Call Center waktu pembatalan itu, eh saya ingat bahwa saya menelepon pakai telepon kantor. KECEWA KETIGA, atas pungutan yang tidak jelas dari Citibank. Lagi-lagi saya kena JANJI PALSU para CS Citibank yang bilang layanan itu Gratis, bahkan saya sudah membatalkan masih dikenakan charge juga. Benar-benar stress saya punya Kartu Kredit dari Citibank. Saya berniat menghentikan setelah satu tahun, mungkin ganti Bank lain jika ada yang lebih baik, atau tidak punya sama sekali untuk saat-saat ini, no problem.
Uang yang dipotong tanpa konfirmasi memang jumlahnya tidak banyak, RP 3500 , Rp 5000 , Rp 7480, tapi cara mereka memungut uang tersebut saya sangat tidak suka. Apalagi pasti bukan hanya saya yang dipungut sepihak begitu. Bunga dan biaya-biaya yang sesuai kesepakatan oke lah, tapi yang memungut sepihak No way lah ! untuk saya. Menurut saya ini adalah Pungli Modern.
____________________________________________________________________
Mijn Huis - 04.02.2006