Hepi Palentin

February 13, 2006

      Sabtu lalu saya pergi ke Mall dekat rumah saya. Di Lobby ada bridal n fashion show yang bernuansa pink dan Velentine. Ketika saya masuk ke Gramedia, sekitar tiga langkah dari pintu masuk terdapat rak yang memajang beraneka souvenir cokelat yang sebagian besar berbentuk hati berwarna merah jambu.

       Sekitar lima tahun lalu, belum marak kafe cokelat seperti dapur cokelat dan sejenisnya.Bentuk cokelat masih terbatas pada cokelat buatan pabrik dengan bentuk kotak. HAnya saja menjelang Valentine, bungkusnya didesain dengan nuansa Valentine dengan disertai kata-kata manis seperti :"I Love U", "Just For U", "You are a perfect valentine gift", "Your love sweeter than chocolate" dll.

Coko1        Kini dengan munculnya berbagai "bengkel cokelat", souvenir cokelat Valentine semakin beragam.Seperti dibahas di harian Kompas sabtu lalu, dalam lima tahun terakhir coklat semakin menjadi ‘ikon’ hari Valentine. Kasih sayang dilambangkan dengan penganan manis yang bisa dibentuk bermacam-macam ini.

       Hari Valentine yang didefenisikan sebagai hari kasih sayang semua orang dan segala usia, sepertinya masih digandrungi sebagian besar remaja dan anak muda. Terlepas dari latar belakang sejarah dan maknanya, momen ini sangat menyuburkan para kapital. Budaya Valentine tidak hanya dinyatakan dengan ungkapan dan sikap. Tapi disertai dengan souvenir yang berupa cokelat, boneka pink, dan bunga. Para kapital mungkin mengharapkan akan ada perayaan Valentine setiap bulan. supaya produknya laris manis tanjung kimpul.

Coko2

       Selamat berburu cokelat, boneka dan sekuntum mawar….
Untuk dipersembahkan kepada Orang tua, Pacar atau Teman…

Hepi Palentin (ceritanya yang ngucapin "si Oneng" ^-^)

_______________________________________________________________________

BOP Cilandak - 14.02.2006

Leave a Reply