Pungli Modern

February 3, 2006

      Sejak dulu, saya tidak berminat mempunyai Kartu Kredit. Karena merasa belum perlu dan ingin membiasakan diri disiplin dalam berbelanja. Ketika Citibank membuka counter di lobby gedung kantor selama tiga hari,tim marketing mereka berulang-ulang kali menawarkan. Berhubung kantor saya di lantai dasar, setiap kali saya ke toilet setiap kali juga saya disodorkan plus diterangkan plus dibujuk untuk membuat. Akhirnya saya terbujuk juga dengan mendengarkan keuntungan-keuntungan yang diucapkan dengan manis para CS tersebut. Prosesnya begitu cepat hingga saya mendapatkan kartu.

      KECEWA PERTAMA adalah limit kredit yang hanya SETENGAH dari yang mereka ucapkan waktu membujuk. Tagihan pertama awal Januari, saya langsung mengecek biaya-biaya administrasi, yaitu Bea Materai dan Biaya Administrasi pembayaran via ATM BCA. Satu lagi potongan yang saya tidak mengerti adalah Credit Shield sekitar tiga ribu lima ratus rupiah. Setelah tagihan datang, saya dikirimi, lembar asuransi Jiwa dan perlindungan jika kita tdk dapat membayar tagihan ketika terkena kecelakaan dari Citibank. Bagi saya ini sama sekali tidak menarik karena saya sudah mempunyai Asuransi Jiwa lain yang claimnya jauh lebih besar. Saya nggak “ngeh”, saya pikir asuransi itu Bonus dari Citibank sebagai pelanggan baru, seperti saya dapat Asuransi gratis ketika menjadi manjadi anggota Amway.

      Tetapi ketika tagihan kedua datang, dengan potongan Credit Shield yang hampir dua kali lipat, saya mulai curiga, kemudian ingat dengan lembar Asuransi itu. Barulah saya cek ke buku panduan, ternyata memang disitu diterangkan tentang Credit Shield yang preminya akan ditagih sekian persen dari pembelanjaan kita perbulan. Saya merasa kecolongan tidak membaca bagian itu. KECEWA KEDUA saya yang adalah, mengapa pihak Citibank secara sepihak mengikutkan saya Asuransi yang notabene bukan merupakan bonus. SEHARUSNYA, segala sesuatu dimana kita harus membayar, diterangkan ketika mereka membujuk calon pelanggannya.

      Saat itu juga saya telpon Call Center mereka untuk membatalkan asuransi tersebut. Untunglah CS yang melayani saat itu tidak mengajak debat panjang atau merayu-rayu lagi supaya ikut asuransi itu.

Cardsweep_1        Sekitar seminggu lalu, saya ditelpon oleh CS, menawarkan program ‘one bill’ yaitu layangan ‘bebas fee’ membayar tagihan telepon dan listrik dan tagihan lain sekaligus via Citibank dengan keuntungan, kita dapat membayar tagihan telepon dan listrik dengan tenggat waktu 20 hari, Citibank akan membayarkan dulu, dan akan ditagihkan ke kita bulan berikutnya. Saya menanyakan begitu detail mengenai tenggat waktu – tenggat waktu tersebut.

      Terjadi debat yang cukup panjang tentang penjelasan ini, kasusnya adalah sebagai berikut : Tagihan bulan Maret akan dibayarkan oleh Citibank, dan saya jatuh tempo Tagihan telepon ini pada tanggal 20 Maret. Padahal Kartu kredit saya dicetak tanggal 24 dan jatuh tempo tanggal 5. Saya pikir, saya akan membayar Tagihan telepon bulan Maret bersamaan dengan tagihan-tagihan lain FEbruari kebelakang sekitar tanggal 5 Maret. Tetapi ternyata Citibank baru akan membayarkan biaya Telepon ke provider sekitar tanggal 7 keatas setiap bulan, yang berarti sudah lewat dari jatuh tempo kartu. Berarti saya harus dua kali membayar tagihan ke Citibank, supaya Tagihan telepon saya tidak lewat dari jatuh tempo. Dari sini saya berkesimpulan Citibank mengkondisikan kita untuk membayar tagihan 2 kali yang berarti biaya administrasi juga berlipat dua kali atau kita selalu membayar telepon lewat dari jatuh tempo. Bagi yang suka mengulur bayar telepon mungkin fasilitas ini berguna, tapi saya tidak tertarik.

      Kali itu saya kecolongan lagi, sempat mengiyakan, dan langsung di daftarkan. Tetapi kurang dari setengah jam kemudian setelah saya beru menyadari hal diatas, saya langsung menelpon Call Center lagi untuk membatalkan layanan tersebut, ternyata SANGAT MEREPOTKAN, nomor HP saya sudah tercatat di Satelindo untuk program pembayaran tersebut, sehingga dari Call Center Citibank saya dilempar telepon ke Layanan Satelindo. Akhirnya pihak Satelindo sudah men-confirm pembatalan saya. Saya lega.

     Tetapi saya dibuat BeTe lagi, ketika tagihan Satelindo saya datang, di perincian tagihan tercantum biaya Citibank Call Center Charge sebesar Rp 7480. Tadinya saya pikir biaya pulsa menelepon dari HP ke Call Center waktu pembatalan itu, eh saya ingat bahwa saya menelepon pakai telepon kantor. KECEWA KETIGA, atas pungutan yang tidak jelas dari Citibank. Lagi-lagi saya kena JANJI PALSU para CS Citibank yang bilang layanan itu Gratis, bahkan saya sudah membatalkan masih dikenakan charge juga. Benar-benar stress saya punya Kartu Kredit dari Citibank. Saya berniat menghentikan setelah satu tahun, mungkin ganti Bank lain jika ada yang lebih baik, atau tidak punya sama sekali untuk saat-saat ini, no problem.

      Uang yang dipotong tanpa konfirmasi memang jumlahnya tidak banyak, RP 3500 , Rp 5000 , Rp 7480, tapi cara mereka memungut uang tersebut saya sangat tidak suka. Apalagi pasti bukan hanya saya yang dipungut sepihak begitu. Bunga dan biaya-biaya yang sesuai kesepakatan oke lah, tapi yang memungut sepihak No way lah ! untuk saya. Menurut saya ini adalah Pungli Modern.

____________________________________________________________________

Mijn Huis - 04.02.2006

One Response to “Pungli Modern”

  1.   yukz.... said:

    Itu derita lu…….

Leave a Reply