SIMFONI BULAN

February 23, 2006

Simfonibulan SIMFONI BULAN

Jenis: Novel/Fiksi

Penulis: Feby Indirani
Jumlah halaman: x + 206 hlm
Cetakan: 1
Tahun terbit: 2006
Penerbit: Mediakita
ISBN: 979-794-013-6

_______________________________________________________________________________

"Siapa yang berani mengatakan menjadi pelacur itu mudah?"

"Kemarilah. Aku ingin sekali meludahinya. Sekarang. Saat ini juga."

___

“Kenapa menulis tentang pelacur?”  Visya akhirnya kembali bersuara.

“Pelacur selalu menjadi sosok yang menarik bagiku,” jawab Bulan.

“Mereka hidup dari hari ke hari sambil menggarami luka mereka sendiri,”  lanjutnya

mengutip sebaris dari teks yang ditulisnya.

Visya bangkit, terduduk tegak. Sikap tubuhnya berubah serius. “Menggarami luka? Pernah

betul-betul kau iris tanganmu, lalu kau pupurkan garam di atasnya?” tanya Visya dengan

volume dentum yang bisa beresonansi dengan getar jendela.

Nada yang sangat  tajam. Tapi sorot matanya lebih dalam menusuk. Tiba-tiba ia kelihatan

menjadi orang yang berbeda. Menjadi begitu berapi-api, siap meletuskan lahar panas.

Bulan menggeleng gugup. Wajahnya mulai pias.

“Dasar goblok! Jangan pernah menuliskan hal-hal yang tidak pernah kau alami! Membikin

perumpamaan hanya karena kau pikir itu puitis untuk dikatakan. Goblok! Aku berhak

ngomong begitu karena AKU PERNAH MELAKUKANNYA. Merasakan garam menggerogoti

sedikit demi sedikit. Perih! Perih! Perih! Lalu lama-lama jadi nikmat. Kau tahu? NIKMAAAT!

“ Visya berteriak-teriak membuat gendang telinga Bulan terasa pekak.

_______________________________________________________________________

             

Bulan, wartawati yang ingin meliput kehidupan pelacur. Visya, penulis tampan yang fenomenal, dia akan menyayat tangannya untuk melukiskan tentang luka  dalam tulisannya.

          

Bulan sangat mengidolakan Visya. Bulan terinspirasi oleh Visya. Ia mencari Visya untuk berguru, padahal Visya adalah orang yang misterius yang sulit ditemui. Bulan menjadi pelacur untuk dapat merasakan sebagai pelacur sehingga dapat menuliskannya.

Sanggupkah Bulan menjadi pelacur ?

Buku ini sangat menarik dalam penggambaran karakter tokoh-tokohnya. Feby cukup hebat menemukan ide dan imajinasi pelukisan sosok Bulan, yang begitu gugup memulai karirnya sebagai pelacur, Sosok Visya yang tidak terbayangkan, melewati batas imajinasi.

Tokoh Gangga, pria yang ditemui ketika Bulan menjadi pelacur, dengan karakter seperti "Orang Bijak Taat Pajak" sebenarnya lebih banyak diceritakan. namun  karakter Visya lebih hidup walaupun lebih sedikit diceritakan. Tokoh-tokoh lainnya menguatkan cerita seperti Bayu, anak pelacur yang diangkat oleh Bulan. Sangkut paut antar tokoh sulit ditebak, walaupun sedikit mengejutkan, tetapi kesemua tokoh akan terlibat sampai akhir cerita.

Kalimat-kalimat dalam cerita tidak terasa membosankan karena kalimat Feby yang kaya akan metafora dan kiasan, sangat menarik untuk sebuah karya sastra . Pemasukan isu-isu tentang penataan lokalisasi oleh pemerintah dengan setting Kramat Tunggak juga cukup tepat dalam novel ini.  Dengan Imajinasinya yang kuat, mungkin suatu saat Feby dapat menuliskan buku seperti Negeri Senja-nya Seno Gumira Ajidarma.

Jangan lewatkan novel pertama Feby ini.

______________________________________________________________________

Buku sudah tersedia di Gramedia,

Kalau belum ada di Gramed, bisa beli online, kontak di www.mediakita.com

____________

BOP CIlandak 23.02.2006

Leave a Reply