Yesterday I and my friend went to my Campus. We want to ask our lecturer’s recommendation for us for Indonesian Civil Engineers Society membership.

I had made appointment with my former earthquake lecturer. Mmm… I haven’t met them for about almost 4 years. He’s my thesis guide lecturer. We got involved in conversation on some topics- little bit of structural design project, our current activity etc - for almost twenty minutes in Civil Dept.’s guest room. Unfortunately we only had a little time. I didn’t know that the day is the first day of midterm. He had to return guarding the mid term.

We didn’t only meet with lecturers but also with administration staff, laboratory staff and office boy. It’s really surprised me, that they still remembered us. We liked got involve in a little rendezvous.

We also came to our academic guide lecturer’s house, because when we arrived at campus, he had gone. He also still remembered us. He looked have interest with our profession. He asked us if the lecture matter useful for our work.

Live goes by…

I hear a little surprise; now, my former earthquake lecturer leads structural design consultant to employ his former student. I also contacted my former offshore lecturer by email a month ago. He replied my email. I was happy he still remembered me and I was very surprised to hear that he works in Petronas KL now…

Mmm… yesterday is a very crowded day…but an impressed day…

It’s very nice; always keep in touch with our lecturer.

_________________________________________________________________________

BOP Cilandak - 28.03.2006

       Bila anda ke Citos dan melihat kerumunan dan antrian panjang orang-orang
seperti sedang mengerumuni tukang obat atau ada kerusuhan. Mereka sedang mengantri. Bukan sedang antri tiket bioskop tapi antri untuk beli donat.

       Pertama kali lihat orang antri beli Breadtalk saja saya takjub. TImage56ahun 60-an orang antri beli beras karena kekurangan stok pangan,  eh hampir setengah abad kemudian masih ada saja orang antri panjang beli makanan.

Kini ada donat baru dengan nama J.Co, entah gimana bacanya… saya bilang
jeko, atau kadang diplesetin garing jadi Joko. Harganya acceptable : yang glazzy
@ Rp 5000, yang assorted @ Rp 5500.

Image57       Donatnya sangat lembut…mirip American Donut jaman  dulu. Kalau dibanding dengan sekelasnya, DuUnkin Donat dia lebih lembut. Ukurannya lebih tipis. Yang Glazzy adalah donat polos berlumur gula putih yang sudah mengering mirip sekali dengan donat pasar yang biasa dijual bareng Gemblong, Onde-onde dan Kue cucur. Yang assorted ada yang coklat, keju, kacang, blueberry, strawberry, and sugar… (apa ya lupa) coklatnya sangat lembut, kejunya asin sekali seperti keju New Zealand yang ada remah-remah sayurannya.

       Outletnya, seperti kebanyakan outlet Bakery masa kini, dari kaca transparan, sehingga pengunjung dapat melihat proses pembuatannya. Tampak belt conveyor kecil dimana adonan-adonan berjalan sampai nyemplung ke wajan sampai diguyur gula, semua serba otomatis.

      Dalam sepuluh tahun belakangan ini, di kota-kota besar banyak sekali outlet-outlet makanan baru bermunculan. Menunjukkan ekonomi yang mulai merangkak lagi setelah krisi moneter 1998.

       Orang-orang kota semakin dimanjakan dengan para kapitalis. Dari makanan tradisional yang pembuatannya sederhana, sampai makanan modern yang dibuat dengan alat-alat canggih kini hadir di outlet-outlet yang bersih di pusat  pertokoan. Sementara kue-kue pasar bertahan seiring bertahannya pasar tradisional yang masih tersisa.

       Inilah kemajuan jaman, semua orang bisa menikmati kue-kue "Amerika" yang lezat, tinggal datangi outlet-outlet kue "Amerika" di Mal-Mal yang kini hampir ada disetiap kecamatan. Uang lima ribu rupiah, bisa mendapatkan satu buah donat lezat yang dibuat dengan alat-alat canggih. Jika dibelikan kue pasar, uang segitu bisa dapat satu kantong keresek.

       Petang kemarin, karena rasa penasaran juga,saya ke Citos untuk beli donat itu. Antrian sudah sampai setengah lebar outlet Izzi Pizza (outlet J.Co disebelah Izzi Pizza). Didepan saya ikut dalam antrian tampak psikolog kondang Sarlito Wirawan, dibelakang saya antrian semakin panjang. 

       Setelah satu jam lima menit saya baru dapet giliran dilayani. Mmm… rela antri sejam lebih… hanya untuk penasaran rasa donat !!!, tapi saya lihat tampang yang antri santai-santai saja, biarpun betis sedikit pegal, tapi tidak begitu terasa karena sudah membayangkan yummy-nya donat dan menghirup aroma yang harum.

_________________________________________________________________________

BOP Cilandak - 21.03.06

Fight for gold

March 16, 2006

Akhirnya bentrok juga…

Kasus Freeport merupakan bola waktu yang suatu saat akan meledak…
Dan sekarang sedang meletup-letup

Before

After

                           

…………………before…………………………………………………..after……………

________________________________________________________________________

mmm…ndak perlu diceritain…sudah banyak beritanya di media massa

Setelah baca-baca gimana itu pengolahan emas
Limbah logam berat  yang menggunung… mmm….

belum lagi eksplorasi LNG Tangguh
(belum paham nih limbah pengolahan LNG…)

daku cuma mbatin :

berpuluh-puluh tahun kedepan
masih bisa ndak bumi papua di tinggali
atau jadi daratan mati karena udah tercemar logam berat

semoga sebelum habis tercemar
daku sempat piknik kesana…
piknik ya…bukan kerja…

__________________________________________________________________

BOP CIlandak - 16.03.06