…queuing up for the donuts…
March 21, 2006
Bila anda ke Citos dan melihat kerumunan dan antrian panjang orang-orang
seperti sedang mengerumuni tukang obat atau ada kerusuhan. Mereka sedang mengantri. Bukan sedang antri tiket bioskop tapi antri untuk beli donat.
Pertama kali lihat orang antri beli Breadtalk saja saya takjub. T
ahun 60-an orang antri beli beras karena kekurangan stok pangan, eh hampir setengah abad kemudian masih ada saja orang antri panjang beli makanan.
Kini ada donat baru dengan nama J.Co, entah gimana bacanya… saya bilang
jeko, atau kadang diplesetin garing jadi Joko. Harganya acceptable : yang glazzy
@ Rp 5000, yang assorted @ Rp 5500.
Donatnya sangat lembut…mirip American Donut jaman dulu. Kalau dibanding dengan sekelasnya, DuUnkin Donat dia lebih lembut. Ukurannya lebih tipis. Yang Glazzy adalah donat polos berlumur gula putih yang sudah mengering mirip sekali dengan donat pasar yang biasa dijual bareng Gemblong, Onde-onde dan Kue cucur. Yang assorted ada yang coklat, keju, kacang, blueberry, strawberry, and sugar… (apa ya lupa) coklatnya sangat lembut, kejunya asin sekali seperti keju New Zealand yang ada remah-remah sayurannya.
Outletnya, seperti kebanyakan outlet Bakery masa kini, dari kaca transparan, sehingga pengunjung dapat melihat proses pembuatannya. Tampak belt conveyor kecil dimana adonan-adonan berjalan sampai nyemplung ke wajan sampai diguyur gula, semua serba otomatis.
Dalam sepuluh tahun belakangan ini, di kota-kota besar banyak sekali outlet-outlet makanan baru bermunculan. Menunjukkan ekonomi yang mulai merangkak lagi setelah krisi moneter 1998.
Orang-orang kota semakin dimanjakan dengan para kapitalis. Dari makanan tradisional yang pembuatannya sederhana, sampai makanan modern yang dibuat dengan alat-alat canggih kini hadir di outlet-outlet yang bersih di pusat pertokoan. Sementara kue-kue pasar bertahan seiring bertahannya pasar tradisional yang masih tersisa.
Inilah kemajuan jaman, semua orang bisa menikmati kue-kue "Amerika" yang lezat, tinggal datangi outlet-outlet kue "Amerika" di Mal-Mal yang kini hampir ada disetiap kecamatan. Uang lima ribu rupiah, bisa mendapatkan satu buah donat lezat yang dibuat dengan alat-alat canggih. Jika dibelikan kue pasar, uang segitu bisa dapat satu kantong keresek.
Petang kemarin, karena rasa penasaran juga,saya ke Citos untuk beli donat itu. Antrian sudah sampai setengah lebar outlet Izzi Pizza (outlet J.Co disebelah Izzi Pizza). Didepan saya ikut dalam antrian tampak psikolog kondang Sarlito Wirawan, dibelakang saya antrian semakin panjang.
Setelah satu jam lima menit saya baru dapet giliran dilayani. Mmm… rela antri sejam lebih… hanya untuk penasaran rasa donat !!!, tapi saya lihat tampang yang antri santai-santai saja, biarpun betis sedikit pegal, tapi tidak begitu terasa karena sudah membayangkan yummy-nya donat dan menghirup aroma yang harum.
_________________________________________________________________________
BOP Cilandak - 21.03.06
Leave a Reply