Playboy Hari ini majalah Playboy Indonesia terbit edisi perdananya.
Rencana penerbitannya yang kontroversial tak membuat penerbitnya gentar. Anjing menggonggong Kafilah berlalu….

FPI mengancam akan men-sweep majalah itu. Ketua PP Muhammadyah membuat pernyataan menentang. Lepas dari itu diluaran orang-orang membelinya. APalagi kebiasaan di Indonesia semakin dilarang semakin laris manis tanjung kimpul.

       Siang tadi saya lihat driver kantor menenteng-nenteng majalah itu.
Ketika saya ledekin, dia tersipu sambil menutupi majalah agar tidak terlihat oleh saya. Saya hanya sekilas melihat cover yang berwarnah merah cabe.

       Ketika membuka detik.com, saya baru melihat lebih jelas covernya. Model cover adalah photo dada keatas Andara Early dengan tangtop yang anggun. SAma sekali tidak menunjukkan kesan vulgar. Bandingkanlah dengan cover majalah Cosmopolitan jauh…jauh lebih ‘terbuka’ Cosmopolitan.

       Saya ingin melihat isinya, tetapi driver saya tidak muncul-muncul.  Saya tanya teman yang sudah membaca, komentar dia "Isinya kaya Femina…mmm..atau cosmolah…nggak kaya Playboy".

       Para penentang playboy mengatakan edisi pertama ini dibuat sopan hanya untuk pancingan. Konon polisi juga bingung jika harus men-sweep majalah tersebut karena tidak punya alasan.

       We don’t know…gimana cover next edition… apakah benar-benar pancingan ??? Kasihan sekali para pembeli Playboy yang sudah membayangkan Playboy edisi pertama ini seperti Playboy luar negeri. Mereka kecele…

Oh negriku…
kasihan sekali dibuat penasaran oleh para kapital media raksasa. Semoga sometime orang-orang Indonesia tidak membeli Playboy bukan karena dilarang,
tapi karena kesadaran akan bermanfaat atau tidaknya majalah tersebut….

________________________________________________________________________________

BOP Cilandak 07.04.2006

3 Responses to “Is this really Playboy ???…”

  1.   Shantonio said:

    Diyas, masih ngerjain sampingan desain struktur gak? kalo utk drafter struktur atau kerjaan sipil ada pasukan freelance gak?

    Shantonio Siagian
    PT Pilar Sejahtera Utama
    tebet barat dalam 1-i no 40
    tel 0218315846
    fax 0218300617
    mobile 08557803772

  2.   Diyas said:

    Tomat… masih lah…gw kan engineer sejati… :-) tapi please deh.. nanyanya kok di kolom comment gini ?!?!? email ya…

  3.   Yudha said:

    Playboy memang menjajakan seksualitas, libido, hasrat dan gairah primitif dari manusia. Di era kapanpun, di belahan bumi manapun hal ini bisa menjadi komoditas dagangan yang laku keras. Bahkan ada yang berani menyatakan bahwa profesi tertua di bumi ini adalah pelacuran. Tidak mengherankan jika majalah Playboy dan majalah sejenis lainnya laku keras.

    Tentu saja, kehadiran Playboy di Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dengan mayoritas penduduk Muslim, tidak bisa dilepaskan dari dua kepentingan : kepentingan pasar dan kepentingan ideologis. Sayangnya, kelompok penentang Playboy selama ini hanya ribut-ribut sebatas aspek ideologis itu; nilai, etika, moralitas agama, tata krama, atau liberalisasi kebudayaan. Sebaliknya, kurang memperhatikan motif kepentingan kapitalisme di belakangnya.

    Ada yang bilang Playboy itu masih sopan. Ketua FPI menyatakan bahwa “Cover Playboy sopan, tapi isinya syetan.” Lalu bagaimanakah definisi “sopan” yang sebenarnya?

    Di tengah kungkungan kapitalisme yang kian mengglobal, pasar lah yang menentukan definisi dari “sopan” itu. Ketika yang berkuasa adalah rezim pasar, kebenaran akhirnya memang dipegang oleh pasar. Halal-haram ditentukan oleh pasar. Baik-buruknya tergantung penilaian pasar. Inilah yang dinamakan “pasar gairah” yang dalil pembenarannya disahihkan melalui “gairah pasar”.

    Kaum kapitalis global tentu saja tidak memperhatikan aspek ideologis ini. Bagi mereka hanya ada satu rumus : “Demi uang, semua adalah halal.” Tidak peduli, jika ada nyawa yang melayang, kemiskinan yang kian menggila, apalagi ‘hanya’ masalah ideologis. Contohnya mungkin film Da Vinci Code yang laku keras, walaupun banyak mendapat tentangan dari Kaum Katolik.

Leave a Reply