Earthquake Resistant Housing
May 30, 2006
… Turut berduka cita atas korban Gempa di Jogjakarta…
Sabtu lalu, 29 Mei 2006, saya bersama-sama berada di Pangandaran dalam trip liburan, kami semua tidak mengikuti berita. Sampai sabtu siang saya mendapat SMS dari teman yang mengabarkan gempa di Jogja.
Gempa yang tidak disangka-sangka. Ketika semua orang konsentrasi pada
letusan-letusan kecil Merapi, yang terjadi justru gempa tektonik yang dahsyat.
Siang itu saya mendengar korban yang meninggal masih dalam jumlah ratusan.
Keesokan harinya, jumlah korban yang ditemukan sudah mencapai 3000-an jiwa. Pedih yang mendalam terasa sekali ketika menyaksikan korban yang cedera berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Ketika terjadi gempa Nabire, Februari 2004, saya tidak sejeli ini dalam melihat penderitaan korban. Setelah tsunami Aceh, Desember 2004, saya dibuat lebih membuka mata terhadap peristiwa gempa.
Tahun 2000, ketika di tingkat akhir kuliah, saya mengambil topik skripsi struktur bangunan tahan gempa, dengan model struktur beton 8 lantai. Saat itu, Gempa bagi saya hanyalah digit-digit rekaman seismograf gempa-gempa besar yang pernah terjadi didunia yang sudah diterjemahkan dalam bahasa program, yang akan dikerjakan pada suatu pemodelan komputer struktur bangunan.
Kali ini, setiap melihat korban gempa, saya berimajinasi kapankah kita bisa membuat rumah yang aman terhadap gempa?
Apakah kita harus membuat rumah dari plastik ?
Apakah kita harus menemukan bahan material bangunan yang ringan, yang tidak membahayakan ketika menimpa kita?
Bisakah kita membuat rumah dari material seperti saat ini, namun tidak rubuh diterjang gempa?
Rumah yang saya tinggali atau rumah ortu tidak didisain tahan gempa. Untungnya Jakarta adalah zona 3, biarpun kemungkinan juga jika terjadi gempa, rumah itu akan doyong.Kalau membayangkan tertimpa rumah bergidik juga…
Saya membuka-buka lagi buku dan jurnal "Guideline for earthquake resistant non-engineered construction"
Perencanaan konstruksi tahan gempa untuk rumah dan bangunan sederhana ini luput dari perhatian saya ketika mempelajari konstruksi tahan gempa untuk bangunan tinggi. Saya berangan-angan…kapan di Indonesia, khususnya di wilayah rawan gempa (zone 3 keatas) dapat membangun rumah dengan mengacu ke guideline ini…
…bersambung…
______________________________________________________________________
BOP CIlandak - 29.05.2006
Leave a Reply