Trapped in gruesome situation ?!
July 25, 2006
Baru saja saya menerima SMS dari teman, bunyinya :
"Hai all, Bru denger dari radio ntar jam 02.00-0.300 dsuruh siaga aja, takutnya da gempa susulan..tlg 4ward kesmua teman2.(sumber berita dari trisakti)."
Menurut saya, informasi seperti ini sering menjadi pedang bermata dua bagi, satu sisi berguna, satu sisi (kadang) hanya membuat kepanikan yang berlebihan. Setelah meinimbang, saya memilih tidak memforward SMS ini*,
Sudah hampir tiga minggu saya tidak menonton televisi. Senin malam kemarin, kakak saya SMS tentang tsunami Pangandaran. Menyedihkan sekali karena indovision di gh sedang mati, Saya, yang biasanya tidak terlalu gelisah tanpa televisi, mendadak jadi gemes tidak bisa nonton TV. Akhirnya hanya mendapat cerita by phone dari rumah.
Keesokannya baru bisa mengakses informasi dari internet. Dengan informasi terbatas, karena internet juga sering down,, hari itu baru mendapatkan berita sekedarnya.Yang jelas, sore hari mendapat email dari teman, yang isinya kumpulan foto-foto kerusakan Pangandaran dari berbagai media.
Pada salah satu foto, terlihat kerusakan dikawasan Pantai Barat Pangandaran, disekitar cottage pinggir pantai yang didepannya jalan aspal yang biasa digunakan untuk bersepeda santai wisatawan dengan sepeda sewaan. Terbidik pula sepeda sewaan - yang khas dengan dua sadel - terserak diantara puing-puing yang tersapu ombak. Foto itu mengingatkan pada event wisata saya dan teman-teman ketempat tersebut diakhir Mei lalu. Ketika pagi hari, sehari sebelum gempa Jogja, kami bersepeda ria dan berfoto-foto dipantai itu.
Kemarin, Jakarta dihebohkan lagi dengan gempa yang berpusat di sekitar Ujung Genteng, Sukabumi. Menurut berita, saat ini penduduk pulau jawa sedang dilanda superpanik karena gempa dan perkiraan para ahli maupun paranormal yang mengatakan akan terjadi rangkaian gempa susulan.
Rasanya khawatir juga terhadap keadaan di Jakarta maupun Jawa, justru keluarga saya yang mengkhawatirkan saya disini. Karena tsunami Aceh yang sangat besar pula, masyarakat dilanda paranoid.
Alhamdulillah saya disini cukup tenang. Walaupun dua minggu pertama dulu, ketika baru datang di Banda Aceh, sudah mengalami dua kali gempa. Satu kali sangat terasa, karena saya sedang berada di lantai 2, guesthouse dengan tiang kolom yang cukup langsing dengan jarak antar lantai sekitar 4.5 m, dan kait-kait pintu dan jendela yang terasa kurang kaku. Gemeretak kayu dan kaca yang cukup kencang membantu menyadarkan bahwa bangunan sedang bergoyang. Ketika ngobrol dengan orang-orang Aceh,mereka bilang sudah terbiasa dengan gempa-gempa seperti itu. Kejadian satu lagi saya tidak berasa, karena sedang berada dalam mobil dijalan.
Jakarta, yang terletak di pantai utara Jawa, terletak zona 3 sampai 4 dalam peta wilayah gempa**. Cukup jauh dari kawasan selatan pulau jawa yang 1-2 tingkat lebih tinggi zona gempanya. (Cilacap, Pangandaran : zona 4, Ujung Genteng, pantai selatan Jawa barat bagian barat: zona 5, Ujung kulon :zona 6). Namun ancaman gempa terhadap Jakarta paling dikhawatirkan, karena Jakarta ibukota yang merupakan pusat ekonomi dengan kepadatan penduduk paling tinggi dan sangat banyak gedung-gedung tinggi.
Kakak saya, ketika menelpon bilang : "Nggak ada tempat aman lagi ya di Indonesia, dimana-mana gempa".
Lalu saya bilang : "Di kalimantan nggak ada gempa"
kata dia lagi : "Iya nggak ada gempa, tapi banjir bandang"
saya:" ?!?!?!?"
Indonesia memang sedang mengalami ujian paling berat, bahkan dana darurat untuk penanggulangan bencana sudah hampir habis. Sedangkan diperkirakan gempa masih akan terjadi dalam waktu dekat.
were are trapped in gruesome situation…
Kalau kata Ebiet G Ade:
Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita…
Lirik lagu yang sederhana ini sangat bermakna mengingatkan kita
akan dua hal yang sering terlupakan oleh manusia…
Sudah deadline bagi kita untuk berhenti "setengah hati" terhadap-Nya
dan berhenti semena-mena terhadap alam
wallahualam bisshawab…
___________________________________________________________________________________________________________________________
* sory fren, semoga lembaga-lembaga yang lebih berwenang bisa menginformasikan dengan lebih jelas (LIPI, BPPT, Himpunan ahli geologi dan pakar kegempaan, dll) melalui media yang paling cepat sampai ke masyarakat.
** Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung
SNI-1726-2002 , hal. 21
gh#9, Neusu, Banda Aceh - 20.07.2006 22:30
July 25th, 2006 at 4:13 pm
hidup itu seperti siklus sinus, kadang naik kadang turun. uniknya, kita gak pernah tau setinggi apa puncaknya atau sedalam apa lembahnya. semoga setelah berbagai bencana, akan datang kemuliaan yang luar biasa. amiin..
September 3rd, 2006 at 5:33 am
Kebenaran ataupun kebohongan bahkan anginpun akan terasa belakangan. entah itu susah, senang, cemberut, tertawa pasti kita rasakan belakangan, setelah semua telah berlalu lewat begitu saja. setalah semua berdampak pada sekitar kita bahkan kita sendiri. targantung pada kita akankah kita lewati begitu saja tanpa kenangan atau kenangan itu akan membuat kita merasa kemudian.