“Saatnya istirahat dalam perjalanan. Saatnya bersihkan jiwa yan gberjelaga. Saatnya menikmati indahnya kemurahanNya.Saatnya memahami makna pensucian diri. Semoga dengan berpuasa mempertemukan kita dengan keagungan Lailatul Qadar. Marhaban Yaa Ramadhan.Mohon Maaf lahir & bathin.”

          Beberapa hari menjelang Ramadhan, handphone kerap berbunyi nada SMS masuk. Isi SMS rata-rata adalah ucapan selamat memasuki Ramadhan dan permintaan maaf lahir bathin. Ucapan itu ada yang dibuat dalam kalimat-kalimat indah seperti puisi, ada juga kalimat ucapan standar. Ada yang panjang ada yang cukup singkat, ada juga yang kreatif seperti ini :

"Hatiku tak sebening XL atau secerah MENTARI, banyak salah kubuat, FREN kuminta SIMPATImu, BEBASkan aku dengan maafmu, selamat menjalankan ibadah puasa, smg ibadah kita mendapat acungan JEMPOL"

         Dalam dekade terakhir ini, penggunaan telepon selular mengalami perkembangan yang cukup pesat. Fitur SMS muncul dan menjadi sangat fenomenal. Penggunaannya yang mudah serta ongkosnya yang cukup terjangkau (Rp 350 untuk kartu prabayar) membuat fitur ini digemari segala lapisan pengguna handphone. Bahkan SMS menginspirasi lagu dangdut yang sangat meledak dipasaran.

       Uksmsspot_1 Teknologi telah menggeser budaya. Ada hal-hal baru yang digemari, SMS yang mudah dan murah lebih dipilih daripada mengirim kartu ucapan maupun bertandang ke rumah kerabat. Pengiriman kartu ucapan Hari Raya misalnya, saat ini sebagian besar hanya dilakukan oleh instansi. Sayangnya, masyarakat modern kadang make excuse untuk mengirimkan SMS sebagai pengganti Silaturahmi.

          Saya ingat, di tahun-tahun akhir kuliah, antara 1999 – 2000, masih saling berkirim kartu lebaran, setelah itu sudah digantikan dengan mengirim SMS maupun email. Masih ada beberapa kartu ucapan dari orang-orang tertentu yang masih saya simpan sampai sekarang :-).

          Sekarang SMS-SMS yang memenuhi inbox saya hapus atau pada akhirnya terhapus sendiri. Saya tidak cukup rajin memfiling SMS. Bukan karena gaptek ataupun keterbatasan gadget, tapi karena kesan ucapan yang dikirimkan via SMS sangat terbatas.

          Paling-paling dari indahnya menyusun kalimat. Itupun kadang kalimat ucapan yang kita kirim melanglang buana diforward-forward sampai pada akhirnya ada orang yang memforward kembali ke kita. Bahkan pernah ucapan yang saya kirim direply langsung dengan dengan memforward ucapan yang saya kirim dan mengganti nama tertanda dibawahnya dengan namanya ?!?!. (dys)

__________________________________________________________________________

Banda Aceh 23.09.2006

Marhaban yaa Ramadhan…

Besok sudah puasa……

Mohon maaf lahir bathin