Lebaran 2006
October 24, 2006
Fenomena seputar Mudik
Perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta jumat malam, 20 Oktober 2006 sudah memasuki H-3 Arus Mudik. Jalan Tol Jakarta cukup padat dengan kendaraan yang menuju Tol Cikampek.
Akhirnya saya lewat tol Tanjung Priok, untungnya sangat lancar, namun memasuki Cawang padat lagi, mendekati Tol Jatiwaringin semakin padat, akhirnya keluar di Jatiwaringin. Melanjutkan perjalanan lewat kalimalang, tidak banyak berbeda. Jalanan padat juga. Kalimalang merupakan jalur mudik kendaraan dari berbagai penjuru Jakarta.
Kepadatan nampak sekali disebabkan oleh pemudik dengan kendaraan sepeda motor. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00, dalam lelah dan ngantuk, saya dan kakak masih bisa tertawa melihat hal-hal unik seputar pemudik bersepeda motor ini. Mulai yang membawa boneka panda besar yang dibungkus plastik, membawa kardus besar-besar yang terlihat dijejalkan dalam space jok sepeda motor yang terbatas, Ada juga yang membawa Majic Jar masih dalam kardus yang masih baru, yang lebih lucu ada yang menambahkan sandaran kayu diatas bagian belakang jok.
Hampir sebagian besar motor yang kami lihat malam itu adalah orang dengan bawaan kardus ataupun ber-back pack gembul.
Lebaran beda lagi
Fenomena lebaran yang berbeda hari sudah biasa dalam beberapa tahun belakangan. Tetapi kali ini ada yang lebih unik, beberapa hari sebelum lebaran sudah diinformasikan bahwa Muhammadyah menetapkan 1 Syawal pada hari senin, 23 Oktober berdasarkan hisab. Pemerintah masih akan melihat Hilal (Bulan). Dari sidang Isbat yang digelar minggu malam, sebagian besar perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia mengatakan tidak melihat Hilal,resmi sudah pengumuman pemerintah untuk menetapkan Idul Fitri pada hari selasa, 24 Oktober. Anehnya, di Sumatra Barat ada yang sudah berlebaran pada hari Minggu, 22 Oktober. Alasannya karena pemimpin spritual disana bermimpi sudah melihat hilal ?!?!. Fenomena baru lagi yang membuat untuk pertama kali di Indonesia berlebaran pada tiga hari yang berbeda.
Untungnya perbedaan waktu pelaksanaan lebaran tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Hanya saja bagi saya suasana Takbiran jadi lebih sepi. Teman juga banyak yang lebaran Senin. Saya ikut pemerintah saja, Selasa.
…Kapanpun lebarannya yang penting amalan Ramadhannya… ^-^
Jakarta semakin terik
Ketika memasuki Ramadhan di Aceh, saya mendengar cerita dari rumah kalau Jakarta mulai kekeringan, air tanah sudah mulai kritis. Jakarta terik sekali. Saya, yang merasa di Aceh lebih panas, hanya bergumam, sepanas apa sih Jakarta ?, paling juga masih lebih panas di Aceh. Ketika tiba di Jakarta, entah kenapa saya memang seperti belum pernah merasakan Jakarta sepanas ini. Hari ini, di hari Lebaran, saya rasa ini puncak panasnya dibanding tiga hari kemarin. Jakarta terik sekali. Membuat dehidrasi, berkeringat selalu, cepat lelah dan ngantuk.
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H.
Mohon Maaf Lahir Batin.
__________________________________________________________________________
Bintara Home - 24 Oktober 2006
Leave a Reply