Sungguh menarik artikel tentang peluncuran BMW Hydrogen 7 di Kompas jumat, 8 Desember 2006 lalu.

          Sudah kurang lebih satu abad, minyak fosil menjadi primadona peradaban yang mengukir sejarah mobilitas manusia plus meninggalkan jejak berupa polusi udara akibat emisi CO2. Masa ejayaan minyak fosil akan segera berakhir mengingat cadangannya yang kian menipis. Teknologi pengganti minyak fosil dikembangkan para produsen kendaraan bermotor dengan pendekatan yang ramah lingkungan, yaitu pengurangan emisi CO2.

          Adalah Hydrogen, bahan bakar yang sebelumnya sudah digunakan sebagai bahan bakar roket yang kini dikembangkan untuk bahan bakar mobil. Hasil pembakaran Hydrogen dan Oksigen akan menghasilkan H2O alias air. Bmwbifuelhydrogengas

          BMW Hydrogen 7 adalah mobil perdana berbahan bakar ganda; Premium dan Hydrogen, yang diluncurkan di Berlin, November lalu. Manager BMW menawarkan para tamu yang hadir dalam acara peluncuran untuk meminum air hasil pembakaran. Hasil pembakaran memang hanya air murni !!!. Setiap berjalan 1 kilometer menghasilkan uap air yang jika ditambung bisa mencapai 2 gelas.

Apa saja keunggulan mobil berteknologi roket ini selain emisi air murni ?

Mesin V12 berkapasitas 6 liter bisa berakselerasi dari berhenti hingga kecepatan 100 km.jam dalam waktu 9,5 detik.

Tangki Hidrogen kapasitas 8 kilogram setara 32 liter bisa untuk jarak tempuh 200 km dan Tangki Premium kapasitas 74 liter bisa untuk 500 km. Kecepatan maksimum mencapai 300 km/jam.

Hidrogen : Primadona baru tanpa cacat pengganti minyak fosil ?         

         Hidrogen sangat mudah terbakar. Kebocoran Hidrogen juga sulit dideteksi karena gas Hydrogen tidak berbau dan berwarna. Meledaknya roket ulang alik Challanger, tahun 1986 adalah akibat kebocoran gas Hydrogen. Penggunaan Hidrogen harus sangat aman.

         BMW Hydrogen7 sudah mengantisipasi bahaya kebocoran Hidrogen dengan system isolasi jika terjadi kebocoran. Tangki dirancang ahlinya, Magna Steyr. Hydrogen cair yang lebih mudah penanganannya dibandingkan dengan Hidrogen dalam bentuk gas yang tekanannya mencapai 700 bar memerlukan suhu -253o celcius agar tetap cair. Tangki dibuat dari pelat baja ganda yang diantaranya dibuat ruang vakum. Teknologi untuk menjaga suhunya mirip sistem termos.

          Ketika produsen mobil lain gencar menawarkan teknologi mesin yang bisa menghasilkan emisi pembakaran bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan serta mesin yang irit bahan bakar, BMW sudah meluncurkan BMW Hydrogen 7, yang at least bisa mengurangi kesumpekan akibat polusi udara dari emisi CO2.

          Tapi ngomong-ngomong, berapa ya harga mobilnya? Trus berapa ya harga Hidrogennya ? di artikel tersebut tidak diinformasikan. Jangan-jangan harganya meroket-roket. Jangan-jangan, saking mahalnya, sampai minyak fosil bener-bener habis, Indonesia belum sanggup juga memakai teknologi ini ?!?!?.

___________________________________________________________

Banda Aceh - 09.12.2006

Sejak dari beberapa minggu yang lalu, Aceh tampak meriah dengan berbagai umbul-umbul partai di pinggir jalan dan tempelan-tempelan poster calon-calon pemimpin daerah.

Senin, tanggal 11 Desember 2006 ini Aceh akan menggelar pesta demokrasi PILKADAL. Walaupun tidak memperhatikan lebih jauh, namun beberapa nama dan wajah calon menjadi familiar bagi saya, selaku pendatang yang sudah enam bulan tinggal di wilayah Aceh.

Selain meriah oleh atribut, tidak tampak keriuhan massa layaknya masa-masa kampanye yang pernah saya saksikan di Jakarta. Sepenglihatan saya, rakyat Aceh cenderung ‘adem ayem’ menghadapi Pilkadal ini.

Beberapa teman kantor yang asli Aceh, ketika saya Tanya, “Akan memilih yang mana Pilkadal nanti ?” sebagian besar menjawab tidak akan memilih alias akan Golput tanpa menjelaskan alasan detailnya ?!?!.

Bagi pendatang pekerja disini, mungkin Pilkadal merupakan bonus, karena ditetapkan oleh Pemerintah Daerah sebagai hari libur provinsi. Beberapa teman memanfaatkan long weekend 3 hari ini untuk pulang ke Jakarta. Saya tidak, makanya kebingungan belum punya rencana kemana-mana, karena minggu lalu baru saja plesir ke Takengon. Dan bagi saya inilang long weekend pertama di Aceh, karena sebelum-sebelumnya ketika long weekend selalu pas jatah pulang ke Jakarta.

Mmm… biarpun belum pasti, besok ada yang ngajak jalan ke Malahayati, lumayanlah..biar long weekend nggak mati gaya…

Buat teman-teman yang akan memilih senin besok, saya ucapkan selamat memilih, jangan lupa sebelum “nyoblos” baca doa, biar pilihannya nggak salah.

_______________________________________________________________

Banda Aceh – 08.12.2006