Jalan-jalan ke Nagan
May 8, 2007
Beberapa hari yang lalu, salah satu rekan kerja mengundang teman-teman satu Tim berkunjung ke rumahnya di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. Dia mau menjamu makan ikan mas bakar dan mengajak ke tempat wisata proyek irigasi. Kami satu Tim langsung menyambut undangan itu. Jadilah Sabtu, 5 Mei 2007 kemarin kami jalan-jalan ke Nagan.
Nagan Raya seperti juga Aceh Jaya merupakan salah satu kabupaten baru, hasil pemekaran Kabupaten Aceh Barat. Pagi pukul 08.00 kami berdelapan ditambah dua driver berangkat dari compound Teunom. Untungnya cuaca hari itu sangat cerah, setelah beberapa hari kemarinnya Teunom diguyur hujan lebat tak henti-henti.
Perjalanan ke Beutong tidak terlalu jauh, sekitar 100 km dari Teunom, tetapi melintasi tiga kabupaten; Teunom di Aceh Jaya, Meulaboh di Aceh Barat dan Nagan Raya. Pukul 09.30 kami sudah melewati Meulaboh, dan sekitar lima belas menit kemudian melewati gerbang “Selamat Datang di Kabupaten Nagan Raya”.
Jalan raya pantai barat di wilayah Nagan terletak agak jauh dari laut, kanan-kiri jalan lebih banyak terlihat kebun kelapa sawit. Sekitar pukul 10.15 sampai di Simpang Empat. Persimpangan jalan antara ke arah Takengon (Aceh Tengah ) dan ke arah Blang Pidie (Aceh Barat Daya).
Dari simpang kami menuju jalan ke arah Takengon. Jalan lurus dan mulai menanjak. Pemandangan di daerah ini adalah areal persawahan. Sekitar pukul 10.45 kami sampai di pasar Seunagan. Sekitar lima belas menit selepas pasar, sudah memasuki kecamatan Beutong.
Pemandangan sawah-sawah yang hijau dengan latar belakang bukit barisan dan saluran-saluran irigasi, terasa menyegarkan ditengah cuaca yang semakin terik menjelang tengah hari.
Sekitar pukul 11.15 kami tiba. Setelah bersilaturahmi dengan keluarga tuan rumah, kami dijamu dengan kelapa muda.
Tepat jam makan siang, hidangan sudah tersedia, menu utama yang ditunggu-tunggu, ikan mas bakar dengan sambal kecap. Setelah makan, ngobrol-ngobrol dan sholat. Sekitar pukul 14.00 kami pamit, karena akan mengunjungi tujuan wisata utama yaitu Proyek Irigasi Jeuram.
Tidak sampai lima belas menit kami sudah sampai di kawasan Bendungan. Proyek irigasi ini merupakan salah satu irigasi besar di NAD. Dibangun tahun 1991-1993 oleh Dept.PU dan PT. Yala Perkasa International yang konon salah satu perusahaan milik mbak Tutut. Mengairi areal persawahan di Nagan Raya. Kebutuhan beras di wilayah barat Aceh dipenuhi dari wilayah Nagan.
Pemandangan di pintu bendungan sangat eksotik. Terjunan air yang tidak terlalu tinggi dengan lebar mungkin mencapai 50 m, dengan latar belakang pegunungan bukit barisan.

Menikmati pemandangan alam disini, teringat jalan-jalan ke bendungan Walahar di Karawang pertengahan tahun 2005 lalu bersama teman-teman YISC. Teringat juga, jaman kuliah dulu mata kuliah Teknik Irigasi, yang SKS nya gede dikasih nilai E, yang bikin IP jadi Nasakom :-(.
Kawasan ini memang dikelola menjadi area wisata, namun tidak terlihat banyak pengujung. Siang itu hanya terlihat rombongan kami, beberapa orang dalam satu mobil Nissan X-Trail. Dan beberapa pasang muda-mudi. Selebihnya adalah pemuda-pemuda dari penduduk setempat yang berenang di sekitar terjunan, dan dan beberapa orang pekerja pengambil pasir.
Sekitar pukul 15.00 kami berangkat pulang. Selepas Simpang Empat, kami belok kiri, mampir lagi ke rumah salah satu rekan kita yang lain daerah Kampung Purwodadi. Nama yang sama dengan salah satu kota di Jawa Tengah. Bukan karena kebetulan, tetapi memang ada kaitannya. Penduduk disini adalah orang-orang keturunan Jawa tengah dari daerah Purwodadi.
Mereka bukan keluarga transmigran maupun TNI – tetapi sudah menjadi pendatang di wilayah ini sejak tahun 1918, menjadi kuli kontrak Belanda. Sudah hampir satu abad, tetapi dalam keluarga mereka masih sering menggunakan bahasa jawa. Rekan kami itupun bisa berbahasa jawa disamping fasih juga berbahasa Aceh. Dengan iseng, kita menanyakan “Jenenge sopo?” (bahasa jawa yang artinya “namanya siapa ?”) ke anak kecil kemenakan rekan kami itu, dan si anak langsung menyebutkan namanya :-).
Pukul 16.50 kami pamit, dengan dioleh-olehi pisang kepok satu tandan dan pisang ayam satu tandan. Pukul 17.40 kami sampai di Meulaboh. Mampir sebentar untuk berbelanja, biarpun agak tergesa-gesar, karena mobil Red Cross peraturannnya tidak boleh lebih dari pukul 17.00. Pulangnya terpaksa harus menghindari jalan yang melewati kantor Federasi Meulaboh. Pukul 19.00 kami sudah sampai lagi di compound Teunom.
______________________________________________________________
Teunom - Aceh Jaya NAD 06.05.2007


July 7th, 2007 at 5:13 am
perjalanan tersebut kalau dilanjutkan (arah Takengon) ke Betung Ateuh akan membuat kita seolah berjalan di atas awan. Indah sekali.
http://timoerjaoeh.net/
August 1st, 2007 at 11:49 pm
Dear Diyas,
Aku memandang “friendster” betul2 sbg friendster murni, hubungan pertemanan, sama sekali gk setuju sama enemyster dong. Makanya kenal kau yg rajin menulis kesan. Jadikan cerpen, akan sangat bagus tentunya. Kpn pul Jkt? Salam selalu, RA.
August 1st, 2007 at 11:58 pm
Dear Diyas, Bln Juli yl ini aku banyak pergi, 1. ke Purwokerto utk kunjungan kawan2 sepensiunan, kangen2an dg nyanyi dan ndagel setelah puluhan tahun tak ketemu, lalu ke Serang ikuti Kampung Dunia dg kelompoknya Golagong berpuisi, berdrama dan tukar menukar info soal cipta sastra, lalu hadiri hut Sutardji Calsoum Bachri di TIM, habis itu ke Bandung arisan dg para adik dan ponakan2. Juga hadiri ultah anak di Bandar Jakarta, pantai Ancol. Pokoknya aku sehat, ikut lomba pingpong di kampung dlm rangka 17an, tapi aku keok di tahap ke3. Salam, RA.