Lueng Gayo
June 28, 2007
Sepasang suami istri turis Jerman yang sedang keliling dunia bersepeda masuk ke Indonesia melalui Penang. Mereka mengunjungi Danau Toba lalu ke Aceh. Mereka bermalam di desa Lueng Gayo, Teunom, Aceh Jaya setelah meminta ijin dengan warga setempat.
Malam hari, warga yang tidak mengetahui kedatangan mereka curiga melihat nyala sentar dan melapor ke TNI. TNI menanyakan kearah senter tersebut, namun tidak ada jawaban, kemudian TNI kemudian melepaskan tembakan. Sang suami akhirnya tewas, sang istri luka tembak.
Itu adalah kejadian di desa Lueng Gayo empat tahun lalu, ketika Aceh masih dalam suasana konflik, dimana berita baku tembak TNI – GAM kerap terdengar di media. Saat ini, kesibukan yang tampak di desa Lueng Gayo maupun desa-desa lainnya disepanjang pantai barat Aceh telah berganti. Kehidupan masyarakat yang mulai bergeliat serta pekerja lembaga donor dan kontraktor yang sibuk membangun rumah bantuan.
Pantai Lueng Gayo merupakan salah satu tempat terdekat tujuan wisata - (?!?! Jaraknya sekitar 4-5 km dari compound) - teman-teman yang bekerja disini. Tentunya bukan tempat wisata dengan loket karcis maupun plang-plang dinas pariwisata seperti pantai tujuan wisata di Jawa.
Hanya pantai dengan hamparan pasir putih kecoklatan dengan debur ombak samudra hindia. Keindahan pantai ini dan pantai sepanjang sisi barat Aceh lainnya adalah keasliannya; masih alami, bersih (karena tidak banyak dikunjungi) dan ombaknya yang ‘menantang’. Letaknya disisi barat membuat ketika senja pantai disepanjang sisi barat menjelma menjadi lukisan sunset yang indah.
Kami biasanya kesini sekedar untuk bermain bola, foto-foto atau sekedar menikmati pemandangan.
____________________________________________________________
Teunom - Aceh Jaya NAD 26.06.2007
Leave a Reply