Terjebak banjir di hutan Kuala Bhee
December 26, 2007
Minggu pagi, 16 Desember 2007. SAya dan tim akan meninggalkan Teunom. Tidak seperti biasanya diantar mobil LC, Transport Dispatcher yang baru menyewa bus. Banyak yang kurang suka dengan Trans. Dispatcher baru itu. Kami bersebelas, lima orang pesawatnya jam 8 pagi, sementara enam orang lainnya, termasuk saya pesawat jam 15.00. Tetapi semua yang akan terbang hari itu disuruh berangkat pagi .
Jam 6.00 baru berangkat, padahal kalau naik LC dan jalan normal, untuk naik pesawat jam 8.00 biasanya jam 5.30 sudah berangkat. Perkiraan saya, pasti telat sampai bandara.
Benar saja, baru lima belas menit perjalanan, rintangan pertama muncul. Jembatan Peurigi, di Lambalek, bulan lalu longsor di mulut jembatan. Perbaikan sementara hingga saat ini, hanya menggunakan batang pohon kelapa. Ketika kami akan lewat pagi itu, baru saja ada truk terperosok dan menghalangi jalan. Terpaksa kami harus melintasi jalan memutar yang lebih jauh, melewati jalan desa yang kecil.
Tembusan jalan desa itu munculnya di jalan baru hutan Kuala Bhee, Woyla, Aceh Barat. Tidak lama kemudian rintangan berikutnya, banjir!. Padahal jalan ini adalah jalan baru yang dibangun setelah tsunami, namun banyak titik banjir. Entah karena kesalahan survey topografi atau karena maraknya illegal logging. Biasanya tidak terlalu masalah melintasi banjir dengan LC. Tapi banjir pagi itu cukup tinggi, dan lintasan yang terendam banjir cukup panjang. Setelah mencoba melintas, akhirnya bus yang kami tumpangi KO!. Knalpot berasap, dan mesin mati.
Untungnya, ada LC kita juga yang jalan bareng, mengantar bos konsultan ke Bandara juga. Dan LC yang di pakai yang lengkap peralatannya. Teman-teman basah-basahan nyebur ke banjir untuk memasang tali pengerek. Setelah melewati banjir, tali pengerek dilepas. Ternyata didepannya masih ada empat titik banjir lagi. Jadilah bolak balik memasang dan melepas tali pengerek. Selepas titik -titik banjir, jam sudah menunjukkan pukul 7.45, padahal masih cukup jauh mencapai Meulaboh apalagi ke Bandara.
Dari pusat kota Meulaboh ke Bandara Cut Nyak Dien masih sekitar 30 menit lagi. Sebelum pemekaran kabupaten baru, bandara ini masih masuk dalam kabupaten Aceh Barat. Namun kini sudah masuk dalam kabupaten Nagan Raya.
Sampai di Bandara pukul 9.10 . Petugas SUsi Air (penerbangan perintis Cessna) langsung menyuruh bergegas. Lima orang teman yang berangkat jam 8.00 langsung terbang. Untungnya berlima (setengah kapasitas pesawat), jadi ditungguin oleh pesawat. Kalo cuma sendiri, pasti sudah ditinggal.
Lebih untung lagi ada LC. Andaikan yang jalan cuma bus. Entah berapa jam kita terjebak di hutan Woyla. LIma orang teman kami mungkin tiketnya akan hangus, dan tidak bisa berangkat hari itu. Sepanjang jalan nggak brenti-brenti mengumpat sang Transport Dispatcher. Seorang Transport Dispatcher belum pernah ke Meulaboh, tidak tau medan jalan Teunom - Meulaboh seperti apa. Enak saja, dia menyewa bus. Padahal hari itu sudah tidak ada kegiatan, LC bisa dipakai semua.
Setelah itu, kami berenam bingung mau ngapain di Bandara Cut Nyak Dien yang jauh dari mana-mana, dan cuma ada satu warung kecil, menunggu dari jam 9 pagi sampai penerbangan berikutnya jam 15.00.Pelarian terakhir untuk membunuh waktu adalah HP. Semua mendaftar Talkmania. Bertelpon ria lah kita berjam-jam.
Jembatan Peurigi, Lambalek,photo Kamis, 13.12.2007
Jembatan Peurigi, minggu pagi 16.12.2007. Nggak bisa lewat…
Jalan Kuala Bhee. Ini jalan apa sungai ?!?!?
LC biarpun kelelep, nggak mogok
Air masuk ke lantai bus, detik-detik menjelang bus mogok
Dikerek lagi, pada titik banjir berikutnya
Untung ada LC
Lolos dari titik banjir terakhir
Terdampar di bandara Cut Nyak Dien
Goodbye Meulaboh
_____________________________________________________________________
Pekanbaru 26.12.2007






January 7th, 2008 at 1:24 am
Dear Mbak Diyas,
aku kenal siapa dia…emang orang baru yang mau nunjukin powernya biasa tu kek gitu…
anyway, miss u all…
NB: bagi donk foto kita yang terakhir itu hik hik hik…:-(
February 23rd, 2008 at 9:58 pm
Dhani… terang aja kamu kenal dia kan bos kamu tuh he he
coba ya kamu ajak dia ke Meulaboh pas jalanan banjir, biar dia tau medan.
Foto-foto semua ada di Ajie,minta aja ma Ajie
Apa kabar Teunom skr ?
salam ya buat semua