Ayat-ayat Cinta
January 17, 2008
Pertama kali melihat novel ini, saya mengira novel ini terjemahan novel yang pengarangnya orang timur tengah karena membaca nama pengarangnya. Sekitar dua tahun lalu, novel Ayat-ayat cinta menjadi best seller.Banyak orang memuji novel ini.
Saya sangat suka setting cerita, yang melukiskan Mesir dengan begitu jelasnya. Namun dari segi cerita menurut saya biasa saja. Saya menanyakan komentar temen sesama penggemar novel. Ternyata komen kedua teman ini mirip dengan saya.
Dalam beberapa minggu kedepan, film Ayat-Ayat Cinta akan dilaunching.Tadinya saya tidak terlalu antusias menunggu ditayangkan di bioskop, tetapi ingin menonton juga karena syutingnya di Mesir.
Kebetulan sebelum beredar di bioskop, sudah mendapatkan filmnya.
Karena sudah agak lupa dengan jalan cerita detailnya. Setelah menonton jadi ingat lagi, kurang lebih seperti ini ringkasan
ceritanya.
Fahri, mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Al Azhar Mesir. Tokoh fahri dilukiskan sebagai pemuda yang baik, pintar, alim, pandai bergaul, berwawasan luas dan ‘agak’ moderat. Ia merasa usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi belum terfikir siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya. Diceritakan ada empat orang perempuan yang jatuh hati padanya, yaitu :
- Nurul; Sahabat Fahri yang merupakan teman satu kampus.
- Maria :Tetangga di flat yang sering mengantar makanan dan membantu Fahri membuat tugas kuliah. Fahri dilukiskan bersahabat dengan Maria yang beragama Kristen. Mereka sering saling ‘curhat’ ditepian sungai Nil.
- Noura.
Tetangga satu flat yang sering disiksa ayah tirinya. Ayah tirinya sering memaksa Noura untuk jadi pelacur,setiap Noura menolak, dia disiksa. Fahri yang sering melihat Boura disiksa, suatu saat akhirnya menolong Noura. Fahri, Maria dan Nurul membantu Noura hingga Noura menemukan orang tua kandungnya. - Aisha
Gadis bercadar berkewarganegaraan Jerman. Fahri bertemu Aisha di MRT. Aisha memberi tempat duduk kepada seorang ibu warga negara Amerika. Lalu ada seorang bapak-bapak yang arah-marah kepada Aisha karena dianggap Aisha berbaik hati kepada kaum kafir yang telah memerangi Islam. Aisha berdebat dengan sang bapak. Dalam debat ini ditunjukkan ajaran Islam yang sebenarnya. Lalu Fahri ikut membantu Aisha memberikan argumen kepada sang bapak dengan mengucapkan dalil-dalil.
Dari situ akhirnya Fahri kenal Aisha, dan Aisha mengenalkan Fahri kepada wartawan asing yang sedang meliput tentang Islam.
Hingga pada waktunya sang guru(syeikh) di kampus menyarankan Fahri untuk menikah dan melakukan taaruf (perkenalan). Kebetulan yang akan dikenalkan adalah Aisha. Paman Aisha merupakan sahabat Fahri di kampus. Fahri dan Aisha akhirnya menikah.
Ketiga gadis lainnya yang mendambakan Fahri patah hati. Orang tua Nurul datang ke Fahri, meminta Fahri untuk memperistri Nurul. Noura, patah hatinya dimanfaatkan oleh ayah tirinya. Noura hamil oleh ayah tirinya. Ayah tirinya ingin menuduh Fahri yang menghamili Noura. Noura yang juga takut oleh ayah tirinya, sekaligus patah hati, ikut memfitnah Fahri.
Fahri ditangkap polisi dengan tuduhan pemerkosaan.Namun Fahri akhirnya bisa bebas setelah Maria dan Nurul bersaksi, bahwa saat Noura diungsikan ke Flat Fahri, mereka ada disana menemani Noura.
Maria, yang mungkin tidak terfikirkan oleh Fahri untuk memperistrinya karena beda agama. Tetapi cinta Maria kepada Fahri begitu dalam. Sampai akhirnya dia sakit keras. Aisha menyarankan Fahri untuk menikahi Maria demi kesembuhan Maria. Fahri akhirnya menikahi Maria. Namun pada akhirnya Maria meninggal dunia.
Kelebihan novel Ayat-ayat cinta menurut saya antara lain :
- Setting tempat. Penulis cukup pintar melukiskan tempat-tempat di Mesir.
- Menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang universal dan moderat yang selama ini mungkin belum dipahami dunia barat,yang selalu menganggap Islam sebagai teroris.
- Cerita tentang pergaulan yang Islami serta pernikahan dengan cara ta’aruf rasanya baru kali ini muncul dalam novel dengan banyak muatan-muatan pemikiran moderat.
Lalu mengapa cerita Ayat-ayat cinta saya menurut saya biasa saja;
- Tokoh Fahri terlalu narsis, yang sampai membuat empat orang wanita ‘cinta mati’.
- Karena saya tidak setuju poligami, saya kurang suka ketika Aisha menyarankan Fahri untuk menikahi Maria biarpun untuk alasan kesehatan Maria.
Setelah menonton filmnya, yang saya suka dari film tersebut:
- Selama ini hampir tidak pernah melihat film yang cukup ‘pop’ menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang cukup moderat didalamnya, membuat film ini menjadi unik.
- Akting para pemainnya cukup bagus, dulu begitu membaca novel begitu emosi menilai poligami. Di film adegan Aisha menyuruh Fahri menikahi Maria, karena Aisha tidak tega melihat keadaan Maria, dan ketika Aisha sedih melihat Fahri menikahi Maria dan mengatakan cinta kepada Maria, menggambarkan bahwa biarpun diperbolehkan dalam Islam, sangat sulit untuk ikhlas 100% bagi sang istri untuk merelakan suaminya menikah lagi.
- Artistik dan kostum jg sangat mendukung. Jidat dan alis Rianti Cartwrigh (Aisha) sangat cantik, jadi biarpun tertutup jilbab dan panjang, tetap saja terlihat cantik.
Sedangkan yang saya kurang suka ;
- Setting tempat kurang banyak variasi, mungkin karena keterbatasan, hanya beberapa tempat saja yg diambil.Suasana didalam kampus dan didalam MRT tidak terlihat bahwa itu di MEsir.
- Karena dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia, jadi terasa aneh. Seharusnya hanya Fahri dan teman-teman mahasiswa
dari Indonesia yang berbahasa Indonesia. - Aisha difilm terlihat sangat ‘tajir abis’ sedangkan orangtua Fahri pedagang tape, sehingga serasa nonton sinetron Indonesia banget.
- Yang sangat disayangkan dalam film ini adalah kurangnya memunculkan ‘kepintaran pemikiran’ tokoh-tokoh perempuannya. Saya membayangkan di film, tokoh Aisha akan dilukiskan sangat pintar dengan pemikiran-pemikiran moderatnya tentang Islam. Kesannya malah Maria yang lebih pandai ketimbang Aisha. Kepintaran Aisha hanya muncul pada adegan ketika memberi kursi kepada turis Amerika di MRT.
Selebihnya kesan yang dimunculkan hanya ia sebagai istri yang sangat cantik, tajir abis, sangat sayang dan perhatian kepada suami, dan ucapan-ucapan manja pada adegan-adegan romantisme yang ingin menunjukkan indahnya menikah. (hayahhhh !!!)
Secara keseluruhan filmnya lumayan menarik, jadi tetep, kalo udah muncul di bioskop kudu nonton. Biar nggak feeling guilty juga
ngeduluin nonton sebelum beredar resmi.
*gambar diambil dari www.ayatayatcintathemovie.com
_______________________________________________________________
Jakarta vicinity - 16.01.2008