Untung Jawa one day trip

August 6, 2008

Sejak kembali ke rutinitas hidup di Jakarta awal tahun ini, terkadang kangen juga dengan rutinitas kerja di Aceh, yang banyak jalan-jalannya. Sebulan di Jakarta, gue udah ribut ngajakin teman2 travelling.

Kangen dengan nyebrang-nyebrang pulau di Aceh, sekaligus juga belum pernah nyebrang ke Pulau Seribu, gue buat planning trip ke Pulau Pramuka.
Banyak yang berminat, namun sampai bulan April trip itu belum juga terwujud.

Di Akhir April, akhirnya nekat jalan dengan yang jadwalnya cocok, bertiga;Gue, Chika dan Nina.

Trip kali ini begitu rencana dadakan dan lumayan sukses. Kamis, 26 April nantangin Chika untuk berangkat Sabtu, 28 April. Karena rencananya
cuma berdua, tujuannya diganti bukan ke Pulau Pramuka, tapi Pulau Onrust yang bisa dijabanin satu hari. Tapi sampe malem sabtu masih bingung mau ke pulau apa dan nyebrang lewat mana. Jumat malem sabtu rencana masih ke P.Onrust dan nyebrang lewat Marina. Tapi tiba-tiba, gara-gara SMS-an ma Sari, rencana berubah. Belum lama, Sari abis jalan ke P.Untung Jawa. AKhirnya malem itu juga gw minta rute ke Untung Jawa dari Sari. Rencana ke Onrust via Marina dibatalin, diganti ke Untung Jawa, nyebrang via Tanjung Pasir, Tangerang.

Rute yang dikasih Sari :
Dari Kalideres naik angkot kearah Tangerang turun di Pintu Air, trus naik angkot ELF ke Kampung MElayu. dari Kampung Melayu naik angkot kecil ke Tanjung Pasir.

Sabtu, 28 April 2008, gue, Chika n Nina janjian di Terminal Blok M jam 08.00 pagi. Dari Blok M, nunggu bus yang ke Kalideres nggak dateng-dateng, akhirnya sekitar jam 09.00 ada patas AC yang ke Tangerang, kita naik. Sekitar pukul 10.00 kita sudah sampai di Tangerang. Turun di perempatan gede (lupa namanya) yang nggak jauh dari kantor Pemkot Tangerang. Waktu dikasih rute ma Sari, gw bolak-balik nanya, angkotnya no. berapa?. Ternyata didaerah sana nggak usah pake nomer angkot. Kalo naek langsung aja tanya sebutin nama tempat yang pengen kita datengin, ntar dikasih unjuk naik angkot yang mana.

Dari perempatan itu, kita naik angkot sampe tempat ngetem Angkot ELf yang ke Kampung Melayu. Ternyata itu daerah adalah kawasan barat Bandara Soekarno Hatta. Setelah cukup lama ngetem, sekitar jam 10.30 angkotnya Jalan. Gue n Chika duduk di depan, sebelah supir niat liat-liat pemandangan.
Asik juga sepanjang jalan ngobrol sambil liat-liat daerah yang blum pernah dilewatin. Ternyata jalurnya menyusuri bantaran sungai Cisadane.

Lumayan lama juga perjalanan, sekitar satu jam sampai di daerah yang namanya Kampung Melayu.SEtelah gw amatin, di daerah itu
banyak orang keturunan yang kulitnya agak legam. Gw baru inget, ternyata daerah itu adalah Teluk Naga, yang tiap Imlek sering diliput media, memberitakan sisi lain kehidupan kaum keturunan. Dipasar yang berjubel,tampak orang yang lalu lalang, naik motor sampai supir angkot, dengan wajah khas keturunan TIonghoa, namun dengan warna kulit yang lebih gelap dari kebanyakan yang
sering kita lihat di Jakarta.

Dari pasar Kampung Melayu, kami naik angkot putih ke arah Tanjung Pasir. Angkot_1 Pemandangannya mulai banyak kebun dan sawah-sawah. Melewati

penangkaran buaya, yang gw pernah liat juga di TV. Tampak patung buaya yang cukup besar yang terbuat dari beton. Di tempat itu juga terdapat
restoran yang menyajikan makanan olahan daging buaya. Sang supir angkot menawarkan apakah kami mau turun disitu, tapi kami lanjut. Sekitar jam 11.45, kami sampai di Tanjung Pasir, kawasan penyebrangan yang tidak terlalu ramai. Kami memasuki gerbang pelabuhan Tanjung Pasir dengan membayar Retribusi Rp 2000,-. Beberapa orang pemuda menawarkan naik perahunya untuk nyebrang. Di bibir pantai tampak beberapa perahu.Tanjungpasir

Perut sudah keroncongan memasuki tengah hari, tapi perahu yang ngetem nggak keliatan tanda-tanda mau jalan.
sekitar jam 12.30 akhirnya perahunya jalan dengan penumpang tidak sampai sepuluh orang.
Sekitar jam 13.00 akhirnya sampai di pulau Untung Jawa. Uj10_1 Berlabuh di dermaga yang masih cukup bagus dan rapi.

Suasana di pulau begitu tenang dan teduh. Dengan jarak yang tidak begitu jauh dari kota Tangerang ternyata ada suasana yang berbeda sekali. Uj3_1 Kita jalan pelan-pelan menikmati pemandangan sambil mencari tempat makan.
Nggak mau gambling, makan di tempat yang direkomen Sari,Saung Sari Kuring.Makanan
Pesen cumi bakar, cumi saus padang dan es kelapa muda. SEger…

Tapi obyek wisata disini nggak ada apa-apa, cuma pemandangan doang.Ada taman bermain namun kurang terawat. Uj7 Abis makan, kita hanya jalan-jalan nikmatin pemandangan, foto-foto dan sesekali ngobrol dengan penduduk.

Sebenarnya dari Untung Jawa bisa nyebrang rakit ke pulau sebelahnya, yaitu Pulau Rambut. Pulau itu hanya dihuni satwa dan dijadikan taman argasatwa. Tapi kita nggak kesana.

Pulau Untung Jawa yang kecil dan sedikit penduduknya ini ternyata mempunyai makanan khas, yaitu Keripik Sukun.Uj6 Biarpun dikerjakan sebagai produksi rumahan, namun mereka membuat kemasannya dengan plastik tebal yang disablon.ku
Keripik Sukun yang renyah dan gurih. Ketika gue tanya ke penjualnya gimana cara bikinnya, dia tidak mau memberi tahu, katanya rahasia penduduk Untung Jawa :-D.

Jam 15.30 kami balik ke dermaga. Sekitar jam 15.50, perahu beranjak pergi.Senja2 Angin laut dan sinar matahari senja membuat mata ngantuk.
Jalan pulang dengan rute yang sama. Namun habis turun ELF, kita naik angkot ke terminal Kalideres. Sampai di terminal Kalideres sekitar maghrib. Dari Kalideres naik patas AC yang lewat Semanggi, mulai Grogol udah kena macet. Baru saja merasakan ketenangan di pulau kecil di tengah laut, tidak lama kemudian sudah terjebak lagi ditengah-tengah macet.

Sampai di Plaza Semanggi sekitar jam 20.30, makan malem dulu di Cavana, trus pulang mencar-mencar.

Trip yang simple. :-D

______________________________________________

Pinggiran Jakarta - Agustus 2008

Leave a Reply