Mengunjungi Medan lagi pada minggu kedua Maret lalu, setelah setahun lebih, mengingatkan lagi akan masa-masa kerja di Aceh. Medan adalah tempat transit dan tempat berlibur. Berbekal tiket diskonan air asia, berdua nyokap berkunjung ke rumah my brother yang baru tiga bulan tinggal disana.

Tidak banyak rencana untuk jalan-jalan disana. Hanya sekedar melewatkan wiken yang bukan long wiken. Sempat kepikiran untuk mengajak ke Danau Toba. Ternyata pula ponakan saya sabtu masuk sekolah dan seninnya masuk minggu ulangan. Saya datang pada waktu yang kurang tepat.

Baru bisa jalan-jalan hari Minggu. Saya mengajak ke Brastagi, yang tidak terlalu jauh. Berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00. Kakak saya salah jalan,malah ke arah utara. Sampai Binjai saya baru nyadar, itu adalah jalan lintas timur menuju Banda Aceh. Awalnya dia berkelit, ke Brastagi bisa lewat situ. Tetapi akhirnya kita balik arah menuju Medan lagi, menuju jl. Jamin Ginting, jalan Keluar kota medan ke arah barat menuju Brastagi.

Menyusuri jalan Jamin Ginting yang panjang, ternyata masih jauh menuju Brastagi. Cuaca mulai mendung dan dingin karena jalan sudah menanjak
pegunungan. Ketika melihat papan petunjuk bahwa Brastagi masih 27 KM lagi, sementara waktu sudah lewat dari pukul 14.00, kita memutuskan untuk sampai Sibolangit saja. Di sepanjang jalan banyak spanduk yang menunjukkan tempat rekrasi Green Hill Park Sibolangit yg tidak jauh lagi. Karena belum makan siang, berhenti di Restoran Garuda, Sibolangit diantara jejeran ruko yang sangat rapi. Dari tempat tersebut tampak Kincir Angin Raksasa, dan lintasan Roller Coaster layaknya di DUfan. Ponakan saya sudah tidak sabar ingin naik.

Ketika makan siang, tiba-tiba hujan deras. Kami terjebak hujan di restoran. Setelah agak reda kami menuju tempat rekreasi yang ternyata itu adalah
Green Hill Park, Sibolangit. Dari luar hanya dua mainan raksasa itu yang tampak. Setelah didekati ternyata kawasan itu adalah tempat rekreasi yang lengkap dengan areal yang luas dan landscape yang indah, milik FunWorld. Setelah masuk gerbang, memasuki amusement hall yang luas dengan aneka permainan indoor ala TImezone. Permainan-permainan outdoor hampir semua sekelas permainan di Dufan. Mainan-mainan tersebut dibagi dalam zona-zona pada lahan yang berkontur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                         Saya mengingat-ngingat lagi, rasanya terakhir lewat Sibolangit, Nov. 2007, tidak melihat tempat ini. Setelah tanya petugas, ternyata memang baru dibuka pertengahan tahun 2008. Ketika kami masuk, agak sepi karena banyak yg sudah pulang karena hujan, padahal buka sampai jam 21.00 malam. Kami hanya sempat mencoba tiga mainan, karena setelah itu hujan turun lagi dengan derasnya. Bahkan kami kembali ke mobil sambil hujan-hujanan. Berangkat pulang sekitar pukul 19.00. Sepanjang jalan hujan deras. Tidak jauh sebelum memasuki kota Medan baru agak reda, dan di Medan benar-benar kering, tidak hujan. Sampai tengah kota pukul 21.30.

Dalam perjalanan yang tidak sengaja itu, akhirnya malah menemukan tempat rekreasi baru yang cukup bagus. Biarpun tidak sampai Brastagi senang juga melihat ponakan yang bahagia mainan disana. Green Hill Park Sibolangit menjadi alternatif rekreasi kota Medan, letaknya yang tidak terlalu jauh, sekitar 30 km dari kota medan, udara sejuk serta pemandangan pegunungan yg indah.

____________________________________________________________________

home - ApriL 2009